Posts

Showing posts with the label Rahasia kecil

For Gusti, I Honor the Grief

A personal ode to Gusti Irwan Wibowo, a stranger I never met, but someone who once helped me stay alive in absurd and sacred ways. Gue gak nyangka bisa sesedih ini sama seseorang yang bahkan belum pernah gue temui. Like…this is a first for me. Biasanya kehilangan tuh tentang orang yang gue kenal, yang pernah gue peluk, yang pernah gue ngobrolin masa depan bareng. Tapi ini beda. Gusti Irwan Wibowo, lo tuh stranger yang rasanya lebih familiar daripada temen kantor gue sendiri. I found you by accident. Or maybe life led me to you on purpose, pas gue lagi di titik hidup yang honestly… berat. Gue denger lo di podcast absurd,  di lagu-lagu yang endikup. Ngomong lo yang kayak bocah dan lucu. Hei Chavaaaa!! “Diculik Cinta” i tu lagu dangdut pertama yang pernah gue replay di hidup gue.  Not ironically.  Gue dengerin karena gue butuh itu.  Butuh ketawa yang gak palsu.  Butuh lucu yang gak ngerendahin.  Butuh rasa, tanpa drama. Beberapa waktu lalu, gue bilang ke diri ...

Ketika Rutinitas Membuat Hidup Terasa Kosong

Ada masa di mana hidup gue kelihatan baik-baik saja, tapi rasanya nggak ke mana-mana. Bangun pagi, kerja, pulang, tidur. Secara teknis, semuanya berjalan normal. Secara perasaan, kosong. Gue punya pekerjaan. Stabil.  Harusnya bersyukur.  Dan gue tahu itu. Tapi tetap ada sesuatu yang ganjel.  Sesuatu yang nggak bisa dijelasin dengan kalimat, “Ya udah, nikmatin aja.” Suatu pagi, gue bangun dengan satu pikiran yang agak mengganggu: “Sebenernya gue bahagia nggak, sih?” Pertanyaan itu sederhana.  Tapi anehnya, jawabannya nggak langsung muncul. Hari-hari gue jalan seperti biasa.  Rutinitas.  Deadline yang datang tepat waktu.  Dan kepala yang capek sebelum hari benar-benar selesai. Di titik itu, gue mulai ngerasa kayak robot.  Bangun, kerja, makan, tidur.  Ulang lagi. Gue nggak tahu sebenernya lagi ngejar apa.  Gue cuma ikut arus, dengan harapan suatu hari nanti hidup akan berubah sendiri. Spoiler: nggak berubah. Akhirnya gue berhenti sebentar....

Tentang Hari-Hari yang Tidak Spesial

Belakangan ini, hidup gue terasa mirip orang belajar surfing tanpa pernah ikut les.  Kadang berdiri sebentar.  Lebih sering jatuh.  Cemas? Sudah kayak langganan.  Datang rutin, nggak pernah izin, dan anehnya selalu tepat waktu. Mood buruk juga nggak jauh beda.  Bangun pagi, belum ngapa-ngapain, tapi rasanya sudah capek duluan. Hal-hal yang dulu gue suka pelan-pelan kehilangan daya tariknya. Olahraga? Sekarang cuma jadi niat baik. Buku? Hurufnya tetap sama, tapi entah kenapa rasanya nggak masuk. Drama Korea yang dulu bisa bikin gue betah begadang, sekarang cuma jadi suara latar sambil gue mikir hal lain yang juga nggak jelas. Bukan hidup yang buruk. Tapi rasanya seperti jalan jauh tanpa papan petunjuk.  Gue tetap jalan. Tetap berusaha. Cuma kadang muncul pertanyaan kecil di kepala: “Ini sebenarnya lagi ke mana, ya?” Di sepanjang jalan itu, gue ketemu banyak orang.  Ada yang bikin hari terasa lebih ringan. Ada juga yang bikin gue belajar satu hal penting...

Menjalani Hari yang Sama, Berulang Kali

Pagi selalu datang dengan cara yang sama. Alarm bunyi. Gue buka mata. Dan seperti biasa, bagian tersulit dari hari itu adalah bangun dari tempat tidur. Bukan karena kurang tidur. Tapi karena gue tahu, hari ini kemungkinan besar akan mirip dengan kemarin.  Dan kemarin mirip dengan hari sebelumnya. Hari-hari jalan, tapi rasanya gue cuma jadi penonton. Bangun, kerja, pulang, tidur. Ulang lagi. Bukan hidup yang buruk. Tapi juga bukan hidup yang bikin gue pengin cerita ke orang. Di titik ini, gue sadar satu hal, menjalani hari ternyata butuh energi. Dan belakangan, energi gue sering habis duluan. Gue sempat mikir, mungkin gue perlu tumbuh.  Masalahnya, gue nggak tahu caranya. Akhirnya gue balik lagi ke bangku sekolah. Bukan karena ambisi besar. Lebih ke alasan sederhana, biar ada sesuatu yang berubah. Kadang gue kangen versi diri gue yang dulu.  Yang masih sempat olahraga.  Masih bisa ketawa tanpa mikir besok.  Masih punya rasa ingin tahu yang nggak langsung kalah sa...

Kuliah Lagi di Usia Dewasa, karena Hidup Membawa ke Sana

Belakangan ini, gue resmi jadi mahasiswa lagi. Status yang sebenarnya terdengar lebih keren daripada kenyataannya. Saat ini gue sedang menjalani perkuliahan pascasarjana di jurusan Magister Business and Communication Management. Bukan karena tiba-tiba pengin jadi akademisi.  Lebih karena hidup pelan-pelan ngarahin gue ke sana. Awalnya, gue pengin kuliah Manajemen Bisnis di UI, ITB, atau Binus.  Nama-namanya familiar. Kedengarannya “mapan”. Masalahnya cuma satu, gue sedang tidak tinggal di Jabodetabek, dan hidup gue belum cukup fleksibel untuk bolak-balik demi status mahasiswa ideal. Dan jujur aja, di usia segini, idealisme kadang harus dikalahkan sama logistik.  Akhirnya gue ketemu LSPR Communication and Business Institute . Yang menarik bukan nama besarnya, tapi satu hal sederhana, blended learning . Artinya, gue tetap bisa kuliah tanpa harus pindah hidup sepenuhnya.  Masih bisa kerja.  Masih bisa capek.  Masih bisa mikir, “Kenapa gue nambah beban hid...

Ketika Duduk di Depan Jendela

Image
Di sudut yang sepi di Starbucks, hari itu aku duduk seorang diri. Hanya aku, gelas Green Tea Latte yang menghiasi meja, dan ketenangan malam. Sebelumnya, aku telah menjelajahi dua mal dalam upaya mencari buku yang tak kunjung ditemukan. Saat akhirnya sampai di sini, yang kupanggil sebagai 'mall tempat orang selingkuh.' Namun, tidak bisa disangkal bahwa dalam sepi, ada ketenangan. 😄 Duduk selalu di meja yang sama, menghadap keluar jendela, aku membiarkan mataku melihat mobil-mobil yang berlalu begitu cepat. Pikiranku yang kerap kali berkecamuk kini menjadi damai. Mungkin memang begitulah adanya, aku seringkali datang ke sini, sendirian. Saat aroma Green Tea Latte pertama kali menyentuh hidung dan rasa hangatnya melalui bibirku, pikiranku mulai melayang. Tahun ini, rasa syukur yang besar tumbuh di hatiku. Ada banyak kebaikan yang datang dalam hidupku di tahun 2023 ini. Saya belajar untuk tidak hanya fokus pada sisi negatifnya. Saya merasa beruntung. Dan itulah pelajaran yang say...

Pindah Kamar Baru: Petualangan Lucu Mencari 'Space' di Antara 6 Kardus dan Fakir Wifi!

Hampir satu bulan saya pindah ke kamar baru. Ruanganya tidak terlalu besar, cukup untuk sendiri dan barang-barang saya (sebenarnya tidak, karena ada 6 kardus dikirim ke rumah, karena barangnya tidak digunakan). FYI, perusahaan tempat saya bekerja memang menyediakan fasilitas seperti mess untuk karyawannya. Sangat nyaman, karena semuanya ada dan gratis. Awalnya saya hanya membawa 1 koper baju hehehe. Kamar sebelumnya sangat nyaman, sharing dengan roommate , luas dan wifinya nyampe. Jika dibandingkan dengan kamar saya sekarang, kamar single, tidak terlalu luas, wifinya tidak nyampe (Sekarang jadi fakir wifi), beberapa minggu ini saya bangunnya telat tidak seperti biasanya, tapi saya cukup happy di sini, lebih berasa me time , overthinking , bermain musik, mungkin ada rencana saya akan bikin konten. Sebenarnya, udah lama pengen pindah ke kamar single , cuma saya selalu overthinking: "Apakah nanti barang-barang saya muat?" "Apakah saya akan nyaman nantinya di kamar baru?...

Vindest Jalan Keluar Kecemasan Finansial

Image
Beberapa bulan belakang, otak saya penuh dengan bagaimana menambah income. hahahah. Kekhawatiran akan masa depan finansial berseliweran di kepala. Melihat tabungan yang ternyata tidak sebanyak saat pandemi membuat saya sering gusar. Padahal tidak membeli apa-apa. Kok bisa ya. rasanya menabung tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Meskipun, tidak ada kebutuhan tambahan, tidak ada hutang, ya paling menyenangkan kakak dan keponakan sesekali. SSaya pikir dan kemudian cari-cari info ternyata saat harga BBM naik, semua komoditi juga naik. Ya apa boleh buat, dunia memang seperti itu. Mungkin inilah yang membuat saya gusar. Ditambah, tanpa sengaja mengkonsumsi content yang menceritakan tentang ketakutan akan finansial. Gak nyari juga, tapi nongol aja gitu. Thx you lho algorithma. Kegusaran itu berada di otak saya sampai tidak membuat tenang. Kemudian, saya mencari jalan keluar dengan menonton hal-hal yang lucu dan tidak terlalu berat.  Saya menonton video-video Vindest yang belum saya ton...

10 Hal yang Dipikirkan Saat Bertambah Usia

Image
Kemarin saya ulang tahun. Artinya, saya bergeser dari target market tertentu, HAHAHA.  Dulu sama seperti teman-teman seusia saya, mengejar kesuksesan, finansial freedom , berlomba-lomba ingin pindah-pindah kerja. Hustle life begitu diagungkan sampai saya menyadari jika hal itu tidak baik untuk saya atau saya belum siap untuk hal itu.  Ternyata, bertambahnya usia, ada hal-hal lain yang saya rasakan dan lebih saya perhatikan: 1. Hasrat untuk merayakan hari ulang tahun tidak terlalu menggebu-gebu. Saya tidak menunggu kejutan atau kue ulang tahun. Tapi saya sangat berterima kasih sekali effort dan perhatian dari teman-teman saya yang setiap tahun memberikan kejutan, kue ulang tahun dan menjadi berkat untuk kita semua. Makan kue bersama dan tertawa bersama. 2. Mikirin hidup udah ngapain aja Ulang tahun kali ini, malah berpikir apa saja hal-hal yang sudah dicapai. Ternyata masih banyak rencana dan mimpi yang belum ada result nya. Kalau mikirin itu, jadi stress sendiri. Akhirnya sa...

Feel Blessed Met Popor Sapsiree

Image
Tulisan ini merupakan lanjutan dari postingan  Story of Comeback Stronger . Ada sebuah keinginan tahun lalu, yaitu menonton turnamen badminton secara langsung di Bali. Namun, apalah daya, waktu itu masih lockdown , dan memang turnamentnya tidak ada penonton dikarenakan masih pandemi. Jadi, nonton virtual saja dan berdoa semoga tahun 2022 bisa menonton langsung. Tahun 2022, ada informasi bahwa Indonesia Master 2022 dan Indonesia Open 2022 bakal dibuka untuk penonton namun terbatas. Mendengar informasi itu, saya pun senang karena keinginan menonton secara langsung bakal jadi kenyataan. Saya pun tidak mau ketinggalan informasi untuk ini. Setiap hari lihat update informasi mengenai penjualan tiket di Istora Senayan.  Saya memutuskan untuk membeli tiket Indonesia Master 2022. Saat tiket online dibuka, saya memutuskan untuk beli tiket quarterfinal dulu, nanti saja beli on the spot untuk semifinal dan final, jadi lihat situasi. Biasanya, Popor Sapsiree  dan Hendra Setiawan ...

Story of Comeback Stronger

Image
Tulisan ini saya tulis ketika tahun lalu, ketika saya dalam kondisi tidak benar-benar baik. Hanya saja, saya belum berani untuk mempublish di blog saya. Sekarang kenapa? Entah, mungkin saya menyadari ada hal-hal baik yang mesti dibagikan. Here we go: Menghadapi masa-masa sulit dalam hidup bisa menjadi tantangan yang mempengaruhi semangat dan minat kita terhadap aktivitas sehari-hari. Dalam pengalaman pribadi saya, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan saya menghadapi masa sulit dan menemukan inspirasi melalui olahraga badminton. Melalui pengalaman ini, saya menyadari pentingnya mencari kegiatan yang dapat mendistraksi pikiran negatif dan memberikan inspirasi baru. Dalam artikel ini, saya akan berbagi pengalaman saya dan bagaimana badminton telah membantu saya mengatasi tantangan dalam hidup. Hal ini sudah saya rasakan sejak 2020. Setelah saya mengikuti ujian masuk Magister UI, saya kembali, kemudian lockdown , dan juga dilanda patah hati. Hidup seperti biasa tanpa ada keinginan ...

2 Years Long Enough, Our Life is Back

Image
Akhirnya aku bisa kembali ke haribaan my hometown . Baru sadar, dalam 3 bulan, aku mondar mandir Jakarta-Bali-Semarang-Pangkalan Kerinci-Jakarta dan  akhirnya aku kembali ke pelukan kasur di rumahku. Ini long weekend , biasanya aku akan stay di Jakarta, menikmati kota Jakarta dengan segala isi dan pergaulannya. Tapi kali ini aku ingin kembali ke rumah, menikmati hal-hal yang tidak bisa aku dapatkan di Jakarta. 2 tahun sudah pandemi, setelah melalui berbagai PPKM, multiple lockdowns , puluhan swab PCR, kehidupan yang sangat dinamis saat pandemi, dengan tiga vaksin. Perlahan aku merasakan kehidupanku akan normal kembali seperti sedia kala. I'm grateful for this. Bersyukur masih bisa berkumpul bersama keluarga di bulan yang penuh suci. Berdiskusi tentang masa depan, keluarga dan pasangan. Bersyukur bisa bertemu dan bercengkrama dengan teman seperjalanan. Teman belasan tahunku. Ia sudah berubah haluan sebagai vegetarian, suka yoga dan meditasi. Mungkin sebentar lagi ia akan berubah men...

Mengambil Makna Hidup dari Lagu Diri - Tulus

Image
Hari ini kau berdamai dengan dirimu sendiri Kau maafkan semua salahmu ampuni dirimu Hari ini ajaklah lagi dirimu bicara mesra Berjujurlah pada dirimu kau bisa percaya Maafkan semua yang lalu Ampuni hati kecilmu Luka-luka hilanglah luka Biar tentram yang berkuasa Kau terlalu berharga untuk luka Katakan pada dirimu Semua baik-baik saja Bisikanlah Terima kasih pada diri sendiri Hebat dia terus menjagamu dan sayangimu Suarakan bilangg padanyajangan paksakan apapun Suarakan ingatkan terus aku makna cukup Luka-luka hilanglah luka Biar senyum jadi senjata Kau terlalu berharga untuk luka Katakan pada dirimu Semua baik-baik saja Bila lelah menepilah Atur napasmu Lirik diatas adalah lirik dari Lagu Diri dari Tulus. Saya hari ini baru saja mendengarkan lagu Diri dari Tulus dari album Manusia ketika saya bekerja di Nyepi ini, Memang benar-benar Nyepi di kamar sendirian. Ketika mendengarkan lagu ini, sebentar saya terhentak, maknanya dalam sekali. S ebagai manusia, kita sering bermurah hati untuk m...

Mindset of Being A Writer From Raditya Dika

Image
Kemarin saya mendengarkan podcast Raditya Dika tentang menjadi seorang penulis. Raditya Dika adalah salah satu idola saya dalam hal menulis. Ketika saya masih SMP, saya SD, saya membaca blognya http://kambingjantan.com dan ketika saya SMA, saya menonton filmnya Kambing Jantan. Sebagai introverted introvert ketika itu, saya memang lebih suka menyampaikan sesuatu hal melalui tulisan atau chatting. Saya pun membuat blog di tahun 2009 dan sampai sekarang masih suka menulis. Mungkin bisa dibilang, karena menulis saya bisa bekerja di perusahaan sekarang, walaupun saya tidak pernah sekolah komunikasi atau pun kursus menulis. Okay, we are back to his podcast. Menurut Raditya Dika, menulis itu adalah bahan baku dari banyak sekali hal yang bisa kita lakukan. Jika kita ingin menjadi Youtuber, akan lebih  mudah ide-ide konten tersebut ditulis. Dalam film pun, skenario juga harus ditulis. Jadi bisa dibilang menulis itu adalah fondasi utama dari karya kreatif. Menulis itu bukan untuk kita keliat...

Jadi Orang Baik

Image
Kita adalah orang baik. Sebuah paradox. Terkadang, orang yang merasa baik adalah orang yang paling sering menyakiti orang lain. Tapi orang yang nyadar, dia bisa berlaku jahat ke orang lain, dia akan berbuat baik kepada orang. Kalimat yang menyatakan bahwa kita harus berbuat baik kepada orang, karena nantinya orang tersebut akan membalas berbuat baik kepada kita. Terdengar semacam take and give . Kalau di pikir-pikir, sebagai manusia, harusnya kita berbuat baik kepada orang bukan karena ingin diperlakukan baik, tetapi kita melakukan perbuatan baik itu karena itulah yang benar. Tapi... Kita tetap saja sebagai manusia ada aja yang gak sukanya sama orang. Kadang mereka membuat kita sedih, kadang mereka membuat kita kecewa, kadang mereka membuat kita marah. Kalau dipikir-pikir ya, itu adalah yang diluar ekspektasi kita. Kita terlalu berharap orang lain itu berperilaku sesuai dengan yang kita harapkan. Tentu gak bisa dong.

Self-Healing dan Kurangi Perasaan Negatif

Image
Sedikit ringan. Itulah yang saya rasakan beberapa waktu belakangan. Semenjak saya memilih jeda dari rutinitas kerja yang setahun tiada henti, saya akhirnya pulang ke rumah sejenak. Saat itu saya benar-benar dalam keadaan demotivasi dan tidak ada keinginan melakukan apa pun selain kerja, nonton film, tidur atau makan. Rasanya seperti sakit hati, marah, kecewa, sedih. Mungkin kebiasaan ini dianggap malas, tetapi pada saat itu saya benar-benar kehilangan daya dan energi untuk melakukan sesuatu. Andai saja energi itu bisa di refill seperti teh ocha di Sushi Tei, mungkin saya bisa setiap hari me-r efill  nya, tapi sayangnya tidak. Waktu itu saya hanya berkata dalam hati " Time will heal ". Tapi faktanya adalah waktu gak bisa menyembuhkan.  Pada saat melarikan diri itu, saya benar-benar berpikir, kok bisa? Kenapa hal ini tidak bisa pindah dari diri saya? Kenapa saya tidak bisa pindah? Lalu banyak pertanyaan muncul dalam kepala yang bikin pusing mencari jawabannya, sampai ngerasa ...

It's Not About Me

Image
Beberapa hari yang lalu, saya menonton TED x dimana sang speaker, seorang wasit bernama  Frederik Imbo  membahas bagaimana menjadi orang yang tidak baper alias bawa perasaan. Saya tertarik dengan pembahasan tersebut supaya saya bisa menjadi orang yang don't take things personally. Apapun. Sulit? Tentu saja.  Dalam video tersebut, ia mengatakan bahwa  kita harus santai saja. Jangan terlalu anggap serius perkataan orang, just relax . Mengapa kita harus mengambil hati dari perkataan orang lain kepada kita, mungkin sesuatu yang kurang enak, tapi kenapa kita harus jadi baper? Jika saya merasa sakit hati, tersinggung, merasa dikhianati oleh orang lain, itu hal yang membuat jiwa kita lelah. Kita bisa overthinking di setiap perkataan orang. Dan itu, menguras energi. Energi itu yang harusnya kita gunakan untuk hal yang lebih penting.  Bukankah itu jauh lebih mudah? Strategi yang harus diterapkan adalah dengan berpikir bahwa sesuatu tersebut bukan tentang diri kita. It...

Be A Minimalist

Image
Minimalism : A Documentary About The Important Things. Film dokumenter yang menceritakan tentang gaya hidup minimalis. Film yang dirilis pada tahun 2015 silam ini memaparkan dasar-dasar dan manfaat dari gaya hidup minimalis. Film ini menjelaskan bawa gaya hidup minimalis adalah mengkomsumsi hal-hal yang wajib dan bernilai dalam hidup kita, membeli barang-barang yang benar-benar kita butuhkan. Intinya, kita hanya mengkomsumsi hal-hal yang bernilai dalam kehidupan kita.  Film yang dirilis tahun 2015 ini sudah saya tonton beberapa kali karena saya tertarik untuk menerapkan hidup minimalis tersebut. Akhirnya, hampir 1,5 tahun saya menerapkan hidup minimalis. Sulit? Tentu saja. Dulu sekali, saya banyak membeli barang-barang yang tidak saya butuhkan. Tapi, sekarang mulai berangsur-angsur meninggalkan kebiasaan tersebut. Bahkan, sudah 1 tahun lebih saya tidak membeli pakaian. Karena saya mulai berpikir untuk memakai barang yang masih bagus dan tidak menumpuk barang di kamar. S aya juga su...

Work Life Integration

Image
Bulan Maret 2020, sejarah untuk Work From Home di mulai. Kita mulai menyadari bahwa ada realitas yang berubah, yaitu ternyata keberadaan di kantor tidak terlalu penting. Kita tidak sungkan untuk menonton Netflix atau bermain game saat bekerja karena bekerja dari rumah. Mungkin hidup setelah COVID-19 tidak akan pernah sama. Selama pandemic kita bekerja melalui aplikasi zoom call atau sejenisnya yang terkadang ada gangguan-gangguan kecil seperti ada suara motor, anak menangis atau anak muncul di depan layar zoom. Rekan kerja atau atasan kita tidak akan menilai kita tidak professional, tetapi hal tersebut biasa dan bisa terjadi bagi siapa saja yang bekerja di rumah.  Sekarang kita mulai terbiasa bekerja di tempat umum, di rumah teman, di kosan teman dan dimanapun yang kita mau. Tidak perlu kita harus izin atau harus menunggu jam pulang kantor untuk bertemu keluarga atau teman kepada atasan kita, asalkan pekerjaan kita selesai. Work Life Balance mungkin bergeser menjadi work-life-integ...

Lakukan Ini Setiap Hari Bersama Pacar

Image
Kata cinta mungkin muncul di benak saat ini. Kegembiraan, harapan, kepercayaan dan keamanan. Terkadang kesedihan dan kekecewaan juga muncul diantara itu. Mungkin tidak ada kamus yang bisa membuat kita terhubung daripada kata cinta. Kita pun gak pernah diajarin bagaimana cara mencintai. Membangun persahabatan, pacaran, menikah, punya anak. Dengan harapan kita semua tahu bagaimana mencintai. Tapi, pada kenyataannya kita sering menyakiti dan gak menghormati orang yang kita cintai, seperti menyalahkan teman yang menghabiskan waktu kita, membaca pesan Whatsapp pacar atau mempermalukan seseorang di depan umum. Mungkin kita berada hubungan yang sehat atau gak sehat. Ya, benar, itu merupakan bagian dari menjadi manusia. Hampir semua orang memulai suatu hubungan dengan perasaan yang menyenangkan dan menggembirakan. Kasih sayang dan emosi. Biasanya setiap hubungan yang baru membuat kita sering menghabiskan waktu bersama, mudah melewatkan banyak hal. Diri merasa sangat beruntung, seperti keti...