Showing posts with label Inspirasiku. Show all posts
Showing posts with label Inspirasiku. Show all posts

Tuesday, March 26, 2019

Kenapa Jadi Kutu Loncat ?


Saya bisa dikatakan sebagai kutu loncat. Pekerjaan pertama saya adalah jurnalis di Tribun Pekanbaru. Saya menggeluti pekerjaan ini hanya 1 tahun 3 bulan. Kemudian saya lopat ke PT RAPP sebagai Public Relation. Saya bekerja di sini sudah 3 tahun.

Mengapa saya pindah?

Bukan money orientied. Oke, jujur saja sebagai jurnalis gaji saya dengan saat ini berbeda, kalau gaji lebih besar dari sebelumnya itu bonus. Saya berpikir jika saya lebih memilih untuk pindah, saya jadi lebih banyak tahu mengenai situasi pekerjaan, peraturan, bahkan di lingkungan kerja.

Saya ingat ada salah satu pejabat yang ada di Pemerintahan Pekanbaru, ketika saya menjadi wartawan, dia sangat manis kepada saya. Ketika bertemu kembali dengan saya sebagai karyawan di RAPP, dia hanya datar dan tidak seperti biasanya. Silahkan menilai sendiri.

Saya berpikir untuk pindah karena ingin menilai dan mengembangkan kemampuan yang saya miliki.

Sudah 3 tahun, apakah saya ingin pindah?
Jujur saja, 60:40. Ketika ada kesempatan yang baik datang, saya akan pikirkan kembali. Ada kesempatan untuk lebih banyak belajar, saya akan pikirkan matang-matang.

Namun, ada teman saya, yang dalam kurun waktu 1 tahun, dia sudah bekerja di 3 perusahaan. Simak videonya diatas ya

Share:

Wednesday, June 20, 2018

The World Doesn't Care About You

Kalimat yang menakutkan "Tidak ada yang peduli denganku". Seperti yang dikatakan David Foster Wallace, “Kamu akan berhenti mengkhawatirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kamu ketika kamu menyadari betapa jarangnya mereka melakukannya,".

Semua yang kita lakukan, suatu hari akan terlupakan. Akan menjadikan kita seolah-olah tidak pernah ada, meskipun kita melakukannya. Tidak akan ada yang peduli. Sama seperti sekarang, hampir tidak ada yang peduli apa yang sebenarnya kita katakan atau lakukan dengan hidup kita sendiri.

Ini sebenarnya sangat bagus. Ini berarti kita bisa lolos dengan 'a lot of stupid shit' dan orang-orang akan lupa. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menjadi orang kita kita inginkan.
The pain of un-inhibiting yourself will be fleeting and the reward will last a lifetime.

Share:

Friday, April 21, 2017

Dia juga Kartini

Peralatan operasional yang sangat dibutuhkan di bidang perindustrian dalam kegiatan pengangkutan, pengangkatan serta pemindahan barang berkapasitas besar yang biasa disebut forklift, biasanya dioperasikan oleh seorang pria.
Namun, jika dikendarai oleh seorang perempuan, tentu tidak biasa. Kendaraan itulah yang dikendarai oleh Lita Syafriana (22). Bukan tanpa alasan ia memilih untuk mengendarai kendaraan yang harusnya dikendarai oleh laki-laki. Ia memilih bekerja sebagai pengemudi forklift demi membantu perekonomian keluarganya.
Anak kedua dari lima orang bersaudara ini menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya wafat. Bersama kakaknya yang bekerja sebagai penjaga kebun, Lita membantu ibunya untuk membiayai dua orang adiknya yang masih bersekolah.
"Saya harus membantu ibu saya untuk menghidupi keluarga ini. Saya bersyukur mendapatkan peluang dan kesempatan dari PT RAPP (PT Riau Andalan Pulp and Paper). Meski saya perempuan, mereka percaya saya bisa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki," ujar Lita.
Sebelum bekerja sebagai pengemudi forklift, Lita pernah bekerja di salah satu klinik di Pangkalan Kerinci. Selain itu, ia juga pernah menjadi SPG di salah satu pusat perbelanjaan di kota Seiya Sekata ini. Setelah itu, ia mencoba melamar ke PT Riau Duta Berlian, salah satu mitra Community Development (CD) RAPP. Ia pun harus bersaing dengan 52 orang yang juga melamar sebagai pengemudi forklift ini. Ia terpilih bersama 11 rekan lainnya untuk menjadi pengemudi kendaraan pengangkut kertas tersebut.
“Mau bagaimana lagi, Siap tak siap harus siap. Mau tidak mau saya harus siap karena saya butuh pekerjaan. Tawaran kerja di sini (PT RAPP-red) gajinya lebih tinggi daripada sebelumnya jadi SPG dulu. Awalnya saya sempat bingung, tapi setelah saya diterima, saya pun diberikan pelatihan yang berkaitan dengan pekerjaan hingga saya bisa mengoperasikan forklift dan sekarang saya mendapatkan sertifikasi dari Disnaker sekaligus memiliki Surat Izin Operasi,” ujarnya.
Rasa cemas pun sempat menghantui pikiran Lita, ia khawatir tidak mampu menjadi profesi ini. Bahkan, awalnya ia sempat mengalami kecelakaan kecil saat bertugas. Namun, berkat pelatihan yang diberikan, ia kini sudah mahir mengendarai kendaraan besar tersebut, sudah tak ada rasa takut dan cemas yang terlihat saat Lita mengendarai Forklift.
Diakui Lita, ia senang denagn pekerjaan sebagai pengendara Forklift ini. Terlebih lagi bisa bergabung dengan perusahaan sebesar PT RAPP, merupakan sebuah hal yang membanggakan bagi warga Pangkalan Kerinci dan sekitarnya. Forklift yang mampu mengangkat beban hingga ribuan kilogram itu pada kenyataannya tidak semudah mengendarai mobil pada umumnya. Pusat gerakan kendaraan beroda tiga itu berada di ban belakang.
“Jadi kalau bawa forklift itu seperti bawa mobil jalan mundur. Tak semua orang yang mengendarai mobil bisa bawa forklift. Rasa bangga ada jadi perempuan diantara laki-laki. Tak menyangka bisa diterima, karena karyawan yang dipilih bawa forklift yang memiliki kaki sampai ke rem,” ungkapnya.
Sementara itu, Shift Superintendent RAPP, Nofriadi, mengemukakan RAPP telah memberdayakan pekerja lokal perempuan untuk mengendarai forklift sejak tahun 2004. Dia mengemukakan perempuan merupakan pekerja yang lebih halus dan lebih hati-hati dalam bekerja. Hal ini menjadi landasan perusahaan untuk mempercayakan produknya pada perempuan.
“Perempuan itukan sifat dasarnya lebih halus dan lebih hati-hati. Jadi produk kita pun akan lebih terjaga,” ucapnya.

Share:

Friday, February 12, 2016

Cita-citaku

12.49.
Sabda Rindunya Glenn Fredly tengah bergema di dalam kamar berwarna biru saya yang tak terlalu besar. Sesekali saya bersin-bersin karena jarang menyapu atau bisa dibilang jarang membersihkan kamar. Sesekali saya juga menarik cairan yang tak begitu banyak mengalir dalam lubang hidung saya yang besarnya tak seberapa.

Saya dari tadi berpikir, kok saya lelah, kok saya lesu, kok rasanya ada yang kurang. Ternyata saya belum makan malam. Pikiran saya memang dari pagi hingga malam tidak fokus, kusut. Makanya, saya mencoba mengurainya lewat tulisan blog saya.

Salah satu doa saya dikabulkan Tuhan "Untuk dapat yang lebih baik". Alhamdulillah. Jujur, saya senang sekali sekaligus deg -degan. Ah, nanti saya menceritakannya.

Kalau flashback, ketika saya masih kecil, katakanlah waktu SD, cita-cita saya banyak. Entah itu dokter, bahkan sampai astronaut.

Melaju sedikit masa SMP, saya lagi gila-gilanya dengan komputer dan internet. Dulu saya pikir, jadi operator warnet itu seru, bisa main internet setiap hari. Tapi tidak bisa karena saya harus melakukan ritual les, sekolah, latihan, dan menunggu jemputan atau menunggu angkutan umum.

Zaman SMA, saya tiba-tiba tidak ingin menjadi apa-apa, hanya sekolah, les, main basket, main internet, main game. Sibuk-sibuk mau lulus SMA, barulah saya berpikir jadi apa. Geolog atau engineer. Tapi saya lulus di jurusan sosiologi.

Saya masih ingat dengan jelas, ketika saya mendaftar untuk Yukdicium eh yudisium dan wis udah eh wisuda di Februari 2014, formulirnya terdapat isian cita-cita. Tanpa pikir panjang, saya menulis WARTAWAN, karena saat itu ada koran  didekat saya. Karena sore itu hari terakhir pendaftaran untuk wisuda.

Dan 10 bulan kemudian, apa yang salah tulis, ternyata menjadi nyata. Sekarang saya menjadi seorang wartawan. Wartawan di Tribun Pekanbaru.

Tapi, sekarang cita-cita saya ingin tidur 9 jam atau jam 9.
Share:

Tuesday, January 12, 2016

Murakami ke 67

from google

"..... tak pandai memahami segala sesuatu tanpa menulisnya" ucap Toru Watanabe dalam Buku Norwegian Wood karya Haruki Murakami.

Norwegian Wood adalah buku  favorit bagi saya untuk dibaca secara perlahan. Karena di sana ada sebuah perenungan. Setiap orang yang membacanya mungkin merasakan hal-hal yang berbeda. Tenang-tenang menghanyutkan dan akhirnya mengharukan. Walaupun akhirnya tidak jelas, Murakami menggambarkan tokoh-tokoh dalam cerita yang membuat saya jatuh cinta, Toru Watanabe dan Nagasawa, kecuali perilaku buruk mereka . hehehe.

Saya tidak ingin mengulas cerita dalam novel itu. Hari ini si penulis Haruki Murakami berulang tahun yang ke 67 tahun, tepat di 12 Januari 2016 . 

Saya suka cara ia menulis cerita dalam novel-novelnya, walaupun belum semua novel yang saya baca. Ia menulis setiap detail yang ada disekitar tokoh, baik deskripsi tokoh dan apa yang ada disekeliling tokoh, bahkan sampai bertele-tele saking detilnya, but i like him. Setiap membacanya saya menjadi berimajinasi tentang kejadian tersebut, kecuali hal- hal dewasa yang belum bisa saya bayangkan sekarang.

Dari wawancaranya di The Paris ReviewMurakami adalah orang  yang ingin lepas dari Peraturan di negerinya sendiri, Jepang. Sebab, menurutnya Jepang mempunyai peraturan yang mengikat dan kaku. Mungkin karena ini ia tidak terlalu dekat dengan penulis-penulis Jepang. Saya mulai sok tahu. hahaha

Dari website-nya, ia menyadari kalau dia bisa menulis ketika menonton pertandingan baseball antara Yakult Swallows and the Hiroshima Carp, tahun 1978. Kemudian ia lansung menulis di rumahnya. ia baru mulai menulis ketika usianya 29 tahun.

Karya Murakami saya baca sekarang adalah !Q84 jilid 3. Masih lama sepertinya saya menyelesaikannya.

Saya juga baru mendownload PDF Kafka on The Shore. Masih banyak cicilan padahal baca yang lain udah download yang lain.

お誕生日おめでとうございます !

Share:

Saturday, December 26, 2015

Tujuan Mariadi Madiah Untuk Revolusi Mental

Mariadi Madiah, pemuda asal Deli Serdang ini telah berkeliling Indonesia dari Sabang Sampai Merauke sejak 15 Februari 2015 lalu. Tujuannya mengelilingi Indonesia dengan sepeda untuk mengkampanyekan Revolusi Mental. Ia sempat bercerita pengalamannya kepada saya saat sampai di Pekanbaru setelah dari Jambi.

Cuaca Pekanbaru yang terik tak mengurangi semangat bersepeda Mardiah. Saat saya temui di Rumbai Futsal, tempat ia bersama pesepeda di Pekanbaru berisitirahat, ia bercerita telah mengelilingi Pekanbaru.. Mantan atlet lari ini mengatakan jalanan di Pekanbaru cukup bagus dan sudah ada jalur sepeda. 

"Sambutan para pesepeda di sini luar biasa. Saya sampainya Selasa malam lalu, lansung di sambut dengan gembira sama pesepeda Pekanbaru yang dulu sempat bertemu di Malaysia saat mereka mengelilingi ASEAN. Luar Biasa," katanya.

Saat itu ia masih berpakaian lengkap pesepeda, seperti baju bersepeda, sarung tangan, kacamata sport dan sepatu olahraga. ia menceritakan, sejak 15 Februari 2015 lalu iia telah mulai berkeliling Indonesia. Mulai dari Sabang , kemudian melewati pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tengga, Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan. Tujuannya sederhana, ingin mengkampanyekan Revolusi Mental. Revolusi hidup sehat dan mengurangi polusi.

Diakuinya ia ingin mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan bersepeda dan juga mengajak mengurangi polusi asap. Lewat hobi bersepeda inilah cara yang ia pilih.

"Karena kita punya cara yang berbeda. Dengan apapun kita bisa kampanyekan hidup sehat dan membantu mengurangi polusi. Karena saya hobi bersepeda, lewat cara inilah saya berkampanye," ucapnya.

Perjalanan yang ia lakukan tidaklah mudah. Selama berbulan-bulan lamanya, ia banyak menghadapi rintangan pada setiap perjalanannya. Bahkan, saat mendaki gunung Bromo, ia harus berhadapan dengan suhu sekitar 5 derajat celcius.

"Rintangannya banyak. Pecah ban di jalan misalnya. Tapi, Alhamdulillah saya telah mempersiapkan semuanya, seperti sediakan ban serap dan pompa. Tapi saya pernah sempat khawatir saat mendaki gunung Bromo dengan sepeda saya. Waktu itu, saya harus berkemah sebelum mendaki gunung, sendirian. Suhu di sana mencapai 5 derajat celcius. Saya khawatir terjadi apa-apa. Di sana dingin sekali. Saya akhirnya memilih untuk merebus air pakai kompor portabel saya untuk menghangatkan diri sambil berdoa untuk keselamatan saya. Alhamdulillah saya tidak apa-apa. Dari segi menginap pun, di beberapa kota saya harus menginap di Polsek, demi alasan keselamatan," katanya.

Tidak hanya itu, ia sempat merasakan gempa Sorong yang berkekuatan 6.8 skala richter sehari setelah Idul Adha. Saat itu, ia menginap di rumah kepala Bea Cukai di sana. Saat gempa terjadi, ia bahkan hampir saja tidak dapat keluar dari rumah tersebut.

"Saat gempa mati lampu, saya coba keluar, kuncinya patah, saya usaha terus mencongker kuncinya, Alhamdulillah saya bisa keluar," ucapnya.

Dari perjalanan yang ia lakukan hampir satu tahun ini, ia banyak belajar tentang Indonesia. Ia mengakui jika warga negara Indonesia ramah dan baik. 

"Budaya di setiap daerah berbeda-beda. Yang paling mengesankan itu, di Papua. Mereka sangat kental dengan adat istiadat mereka. Mereka punya salam tersendiri, orang baru harus menarik jari tangan warga setempat. Caranya, menjepit satu buah jari warga setempat," katanya.

Ia berharap, dengan cara yang ia lakukan, banyak warga yang terinspirasi untuk hidup sehat dan mengurangi polusi. Sebab, hidup sehat tersebut harus dilakukan dari sekarang agar terhindar dari berbagai penyakit.

"Saat ini polusi udara sangat banyak. Hampir sebagian warga Indonesia menggunakan sepeda motor. Demi menjaga bumi kita, kita harus mengurangi polusi tersebut dengan cara bersepeda," katanya.

Share:

Monday, September 21, 2015

Kita Hanya Sebatas Layar dan Jaringan

Aku sedang tidur telentang sambil memakai masker. Ya, masker. Sudah lama sekali aku tidak memakai masker. Saat ini masker membuat wajahku seperti di lem. Lupakan masker.

Aku sedang ingin untuk menyelesaikan pekerjaanku. Menulis sebuah tulisan tentang cafe yang menurutku sangat keren, Board Game Lounge. Di dalam sana, para pengunjung bisa menjadi manusia seutuhnya. Di dalam sana diajarkan menjadi manusia tanpa gadget dan bermain game bersama. Kemudian menghamburkan tawa. Konsep yang menarik. Seperti menemukan kebersamaan dan kebahagian.

Aku teringat saat ini kita adalah manusia-manusia digital, tentu kita memiliki kecemasan-kecemasan digital. Saat ini kita semua, sebagai warga dunia cemas saat kita ketinggalan handphone, atau sang pacar tidak membalas pesan kita. Itu hanya contoh saja. 

Teknologi telah memonopoli kehidupan kita. Itu tidak salah, menurutku. Saat ini banyak diantara kita, tidak harus bekerja dengan adanya tempat, adanya benda fisik, seperti manusia, meja atau kursi dan kamu (?). Namun, sekarang kita bisa bekerja dengan layar dan jaringan. Dengan hanya mengirim email, pekerjaan kita bisa selesai tanpa harus pergi ke tempat yang mewajibkan kita untuk hadir secara fisik.

Aku pun teringat perkataan Baudrillard yang aku paksakan pemikirannya masuk dalam skripsiku. Kira-kira ia berkata seperti ini "saat ini tidak ada ruang dan tempat, yang ada hanyalah layar dan jaringan,".
Tak salah, yang salah hanyalah sudut pandang kita.
Share:

Wednesday, February 4, 2015

Seperti Kata Gilang Ayunda

Kegiatan saya belakangan ini seperti musim yang ekstrim, setiap harinya, terkadang di siang hujan dan sore panas atau sebaliknya.
Tahun 2013, saya sedidit banyak berbincang- bincang dengan salah satu anchor metro tv Gilang Ayunda. Ia mengatakan seperti apa yang saya tuliskan di paragraf pertama saya. Waktu itu ada acara metrotv goes to campus.

"Jadi reporter itu kita bisa rasain musim ekstrim dalam satu hari,"

Memang terkadang saat liputan bertemu dengan orang-orang yang tidak bisa saya bayangkan.
Awalnya saya anggap mudah,tetapi ternyata susah, kirain berjalan lancar, eh rupanya ribet. Tetapi saya selalu berdoa semoga selalu dilancarkan oleh Yang Punya Hidup.

Seperti hari ini, saya meliput tentang pesepeda dari Malaysia. Saat ditugaskan, saya agak kesal karena saya sudah selesai liputan hari ini. Tetapi saat saya bertemu dengan Pak Acid dan Pak Johari warga Malaysia dan disambut dengan hangat kekesalan saga hilang. Ditemani orang pribumi Pak Tasman, saya merasa menikmati liputan saya hari ini.

Besok saya belum bisa membayangkan apa yang akan liput, tetapi saya berharap lancar dan bikin berita ontime.

Share:

Friday, August 23, 2013

Tanoto Scholars Gathering 2013

Jadi ceritanya gue baru balik dari Tanoto Scholars Gathering 2013 di Ciburial, Puncak.






Tanoto Foundation adalah Yayasan yang memiliki fokus perhatian pada permasalahan kemiskinan di Indonesia, fokusnya pada bidang pendidikan, pemberdayaan, peningkatan kualitas hidup. Untuk lebih jelasnya, silahkan di kepoin websitenya di www.tanotofoundation.org/ 

Semenjak KKN bulan lalu, waktu gue emang lagi banyak kepake untuk KKN. Jadi, pas gue diajakin pergi Gathering @elysadrael dan @andreassjulio, apalagi ditraktir sama Tanoto Foundation, gue seneng banget. Seperti biasa, kalau lagi pergi sama Tanoto Foundation semangatnya pasti mau mengeksplor hal2 lain yang "tidak lazim". Hahaha.

Pertama2, agar gue nyaman disana, gue cari tahu dimana tempatnya, ternyata di D'jungle, trus gue tanyain sama penanggung jawab di kampus gue, kak Jay, kamar mandinya gimana, pertanyaan yang sama sewaktu gue mau KKN, soalnya biar nyaman dalam menyelesaikan "urusan".hahahahha. 

Gathering tahun ini seru banget, selain ketemu lagi sama yang ikut gathering tahun lalu, trus refreshing otak akibat KKN di desa, hehehhehehehhehehehhehe. Games-nya seru-seru, tetapi gue berhenti di tengah karena otot gue bermasalah lagi, gue gak ikut beberapa games karena takut robek lagi. Karena seru, sampai lupa diri kalau ada batasan gerakan kaki gue. Dan kebetulan juga gue phobia ketinggian buat ikut games yang tingginya bisa mencapai 7 meter, mungkin gue pipis di atas sana kalau ikutan, kan gak kayak gue kelihatan di luar, hehehhe.


Team 7 !!! Fight And Win !!!
Hari ketiga, lebih seru, penuh tantangan, susah buat di tulisin. Yang jelas, gamesnya punya makna kalau sesuatu yang dikerjain bersama-sama dengan penuh semangat, pekerjaan yang berat akan terasa ringan jika dikerjakan bersama-sama. Hasilnya bakal sesuai dengan apa yang diharapkan, ibarat NIAT + USAHA + DOA = HASIL.
Demi Banner, sekali lagi Demi banner

Trus Malemnya ada Pandji Pragiwaksono.

@Pandji memotivasi kalau kita itu harus menciptakan perubahan, bukan penuntut perubahan. Memang tidak mudah, tidak bisa lansung mengubah Indonesia, banyak hal yang kita lakukan untuk mengubah, mulai dari diri sendiri aja dulu. Memulai mengubah itu bisa menjadi sesuatu yang berat, apalagi mengubah Indonesia. Karena itu dibutuhkan keberanian.

Malamnya acara api unggun, merenungkan apa yan udah dilakuin selama 3 hari bareng-bareng kelompok. Di kelompok gue sendiri penuh haru. Mengharukan. Pelepasan balon, trus dilanjutin sama acara...... tetep makan-makan dibarengi sama akustikan.

Banyak belajar sih dari acara gathering ini, kebersamaan, kepercayaan, belajar tentang ego, tentang hidup, pokoknya banyak hal deh. Gathering-nya Tanoto selalu punya cerita tersendiri setiap tahunnya. Ini tahun kedua gue ikutan dan punya keseruan yang berbeda. 


don't give up without a fight

That was a fun trip!:D
Share:

Wednesday, July 10, 2013

Kukerta (PART I)

Udah lama banget gak ngeblog, serasa jadi blogger murtad, udah pada bersarang laba-laba blog gue. Gue sedang berada di sebuah desa yang gak seberapa jauh dari kota tapi lumayan buat gue ngutuk-ngutuk karena jaringan internet disini lelet, walaupun udah pake provider mahal.

Oke, gue udah 10 hari KUKERTA alias kuliah kerja nyantai, nyantai banget, bisa main pes, nonton dvd, ngerumpi sama temen sekelompok. Dan hal yang bakal buat miris di bulan ini adalah gue ulang tahun yang ke 20, suram abis sepertinya, jauh dari hiruk pikuk kejutan, kado, ucapan, dan segala hal yang mengikuti ketika gue ulang tahun, gue bisa prediksikan itu.

Baru aja 10 hari disini gue  sebenernya belum bisa betah, ya gimana, baru pertama kali jauh dari rumah, kakak, abah, abang, dan segalanya yang biasanya hadir disetiap hari-hari gue. Disini kami berdua belas, lima cowok, 7 cewek. Sebelumnya belum pernah saling kenal kecuali @ainagisty temen SMP gue, @n_partawijaya alias nico, temen sekampus yang sering menampakkan diri sejak semester 6 kemaren, selebihnya belum pernah ketemu dan kenal.
Ini penampakan mereka yang terpilih untuk Kukerta di Koto Pangean 2013.
@n_partawijaya, obsesinya jadi artis papan surfing
 
@jumatrisusanto_, jangan mau tertipu sama mukanya
@ainagisty, hobinya nelpon, ini temen sekamar
 
susi, orang medan, banyak yang minta pijit sama susi
 
@poweramadhani, suka ketawa diakhir kalimat,dia juga temen sekamar
 
andika, dicurigai orang masa lalu, baca smsnya susah
 
suhen, pemuda setempat
 
putri, anak rumah sebelah

rahmi, selalu minta duit

sisi, pemudi setempat


hehehhe...hehehe..hehhe


sebenernya ada satu lagi tapi gak ada fotonya sama gue, namanya obi, kelakuannya, yaaaaaa, *menghela napas.

Ah udahlah, gue banyak belajar banget disini. Dan disini gue kembali percaya sama yang namanya " kita tidak bisa menilai seseorang sebelum kita melihat yang sebenarnya"  atau bahasa pepatah dari negara sono "don't judge the books it's by cover".  Memang, ketika kita bertemu dengan orang, orang akan menanggapi kelakuan kita sesuai dengan simbolisasi yang kita bangun, apa yang kita pakai dan lingkungan kita berada adalah sesuatu hal yang memberitahukan orang lain tentang siapa diri kita, walaupun hanya sementara. Tetapi, kita jangan selalu fokus pada pertemuan pertama aja, kita harus tahu gimana "backstage" orang. Kita jangan sampai menelan bulat-bulat apa yang dikatakan oleh orang lain, kita harus lihat sendiri karena itu bisa membuat penilaian tersendiri untuk kita.

Jadi, jangan percaya dulu apa kata orang.

Selamat Puasa.


Share:

Monday, June 10, 2013

Cinteraksionisme Simbolik



Tak terasa sudah tiga tahun saya kuliah. Banyak sekali yang telah sayalalui, salah satunya ketertarikan saya dengan ilmu sosiologi. Awal-awal semester dulu, saya memang tidak pernah mempunyai ketertarikan sama sekali dengan yang namanya sosiologi. Bahkan, saya hanya tertarik dengan ilmu yang menurut saya apa-apa mesti diukur. Ilmunya kira-kira seluas jagad raya, itu guru saya yang bidang. Saya mulai tertarik ilmu yang dinamai oleh Auguste Comte ini sejak semester tiga, semester yang sosiologi "banget". Saat itu saya belajar Teori Sosiologi Klasik, saya tertarik dengan pikiran Karl Marx waktu itu. Sehingga sampai sekarang masih terjebak sama yang namanya dunia klasik, suka lagu lawas, model rambut yang lawas (itu teman saya, si @eriskarena yang bilang), sampai motor (emang dari dulu). Ternyata banyak hal yang bisa dikaji dari sosiologi, apa itu kehidupan, bahkan masalah cinta pun bisa di kaji dari segi sosiologis. Sudah dianalisis secara gila oleh saya sendiri pada postingan saya beberapa bulan lalu.

Masih berbicara cinta, sekarang saya mengajak untuk mencintai skripsi. Skripsi adalah tugas masterpiece yang kamu kerjakan saat kamu kuliah. Saya sekarang sudah mulai sedikit-sedikit membuat skripsi saya, mulai dari bimbingan sama budos pembimbing yang ternyata baik. Karena, menururt saya ketika di kelas, cara beliau mengajar yang tegas dan dengan suara bergema ke seluruh kelas, sepertiguru-guru saya yang waktu SD yang killer, hehehe maafkan mahasiswamu,Ibu. Apa memang dalam hal mengajar perlu teori dramaturgi ? entahlah, hanya beliau yang tahu. Tapi saya berharap beliau membimbing gue kejalan yang lulus. (ini sudah pasti atuh).
 
 kucari kamu
dalam setiap malam
dalam bayang masa suram
ku cari kamu
dalam setiap langkah
dalam ragu yang membisu
aku cari kamu
dalam setiap ruang
seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam
aku cari kamu
disetiap malam yang panjang
aku cari kamu
ku temui kau tiada

Lagu diatas merupakan lagu dari Payung Teduh yang berjudul ku cari kamu. Ini bentuk Cinteraksionisme Simbolik saya denganskripsi saya. Karena, setiap hari mencari saya makna apa yang akan saya teliti dengan mereka para metalhead

Tapi kalau dipikir-pikir hidup juga adalah sebuah jalan mencari makna-makna dari semua apa yang terjadi dikehidupan, apa sih yang kita cari di hidup ini ? (haaapaaalaaaah)

Selamat UAS !!!! UAS padalah sama pengawas killer.
Share:

Sunday, October 7, 2012

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) .

Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA. Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara. 

PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau terinspirasi dari lagu God Bless, Panggung sandiwara. Beliau tidak bukan dan tidak lain adalah Erving Goffman. Teori Dramaturgi. Hidup atau dunia ini panggung sandiwara, katanya. Ada Frontstage dan backstage. Nah, Pdkt ini bagian dari Frontage. Pada dasarnya kebanyakan dari PDKT itu adalah Usaha membangun kesan terhadap si objek PDKT-an. Kalau membangun kesannya sedemikian rupawan, nah bisa pacaran. Terima Kasih Erving Goffman.

Pacaran, bisa dikaitkan dengan  Teori Fungsional si Mbah Talcot Parsons yang terkenal dengan AGIL. Adaptasi, Goal , Integration dan Laten..(ahhaha tulisannya campur-campur Inggris -Indonesia) BODO AMAT ! ) Harusnya dengan memahami teori ini, hubungan itu harmonis, kenapa ? analisis saya :
  1. Adaptasi . Orang berpacaran itu harusnya mampu menyesuaikan diri mereka satu sama lain agar mereka bisa mempertahankan hubungannya. Saling menyesuaikan sih, jangan saling menyalahkan, semua punya kekurangan dan kelebihan.
  2. Goal alias tujuan.  Dua sedjoli ini harus mampu menentukan tujuan mereka hubungan mereka . Jadi tidak ada lagi armada "mau dibawa kemana". Dengan itu berkuranglah generasi galau di dunia ini.
  3. Integrasi . Mereka harus mengatur komponen-komponen yang namanya "rasa cinta,rasa sayang dan segala rasalah" supaya berfungsi secara maksimal, tak berlebihan.
  4. Laten . Nah, ini penting banget. Dalam dunia berpacaran, Gak semua berjalan mulus, nah disini fungsi laten bermain perannya. Mereka harus memelihara pola-pola hubungan mereka, mereka harus memperbaiki, memperbarui, dan mempertahankan hubungan mereka.
Nah, ini yang paling laknat, jomblo. Mereka galau, ngegombal ga jelas. Yang di galauin ga jelas, yang di gombalin juga ga jelas. Tapi tenang aja, Opung Marx alias Karl Marx jauh jauh abad lalu udah nemuin solusi buat para jomblo ini. Biar gak ditindas alias diejekin sama yang "already taken". Menurut Marx, Jomblo itu sebenarnya dalam "kesadaran palsu" mereka ga nyadar mereka itu pantas punya pasangan, dicintai, mencintai dan mereka harus keluar dari "kesadaran palsu" itu. Bagaimana caranya ? ya revolusi, Revolusi Hati, Alias Move on abis. Biasanya jomblo kan masih dalam bayang-bayang "Mantan".

Jadi milih yang mana ? hanya sibuk dengan PDKT, PACARAN,JOMBLO? atau yang paling ngetren sekarang LDR alias Lotiah dek rindu (*bahasa minang), ehhh bukan Long distance Relationship (pacaran jarak jauh) atau yang islami, LDT alias Long Distance Ta'arufan ? Tinggal milih sik.

Sekian dulu analisis bego-begoan saya. Cuma ngeshare doang. Sampai jumpa di Analisis cinta berikutnya . Dadaaaaahhhhh.
Share:

Wednesday, July 18, 2012

Cerita di Bulan Juli

Hai.. *sambil bersihin sarang laba-laba di blog yang udah hampir sebulan gak diurusin
Udah lama banget gak nulis di blog gue ini dengan tenang,seperti pada saat ini,hampir tengah malam.Di hiasi suara teriakan dari lapangan futsal sebelah dan suara batu domino dari warung depan.
Bulan Juli ini penuh dengan cerita manis,gak akan pernah terlupakan buat gue.Salah satunya pergi ke Tanoto Foundation Gathering 2012 di Padalarang Bandung dan ketemu teman-teman dari UI,UGM,USU,ITB,IPB,UNJA,dan ATPK Bandung.Masuk Ke kandang TNI,tempat latian marinir gitu,namanya Pusat Pendidikan Infanteri Padalarang,Bandung yang katanya Presiden SBY pernah di latih disini.Disana seruuu banget,bagian yang gak serunya yaitu harus semuanya serba diatur,dari makan harus kena ceramah sama Pak Parno (dan ternyata Pak Parno itu melankolis banget),sholat dan sebagainya.Makan aja pernah dikasih waktu 5 menit,Sholat 10 menit.Yang serunya bisa outbond,main angklung,sama fireworking.HAHAHA.Semoga tahun depan gue bisa ketemu kalian lagi TF gathering 2012 yaaaaaa.aminnn
ini sewaktu main angklung,dapet nada EXCELLENCE
sebenarnya takut ketinggian
gak apa2 deh juara 2,yg penting kompak dan gak pernah jatuh
ini sesi curhat malam hari kelompok 6
ini bersama Ariana Anak Farmasi USU
Gue,Ghozali (UI),Kang Miko (IPB)
abang...(UI),Langit (UI),Ghozali (UI),Ariana (USU)
kelompok 6 lagi
;;;
nihhhhh
Nah,itu beberapa foto kemarin.
Di gathering itu gue dapet banyak inspirasi,terutama kelompok 6 dan 1.Banyak banget dapat pelajaran,kisah yang inspiratif diantara mereka semua,Tanoto Sekuler yang biasa kami sebut bersama Pak Supriyanto.Begitu indah dan menyenangkan.
Ini cerita singkatku,bagaimana ceritamu ? *bukan iklan

***
nah.
14 Juli Kemarin gue berulang Tahun yang ke....

Seneng banget dapet banyak doa dari teman-teman sekalian,tapi ada 1 doa yang sampai sekarang gue gak ngerti "semoga semakin ganteng" rata-rata doain gue yang kayak gitu.-____-.
Tapi sekarang gue pengen lebih dewasa,lebih tinggi,lebih sehat,pokoke di beri yang apa yang terbaik gue butuhin.Aminnn

Terima Kasih kadonya ya 
makasih @vadellaa @ra_fer @putriiprincess @fanykusumaa @raniharani @rhpera reni,@nanadra @fetrolatte dan semuanyaaaaaa

Ini aja deh dulu ya :)
Share:

Thursday, May 10, 2012

Pengen banget :(

2 hari ini gue lagi ngerasa lesu banget.Rasanya badan gak jalan kenceng lagi,beda sama gue yang biasanya gak begini,ga lesuan.Demit,gue lagi bosseeeeennnnn banget ngapa-ngapain. Lagi sensistif banget.Susah konsentrasi.Lagi banyak pikiran.Mungkin karena ini ga semangat banget.

Gue gak pernah ngerti sama diri gue sendiri kenapa terkadang sebuah hal yang (kayaknya) kecil bisa begitu jadi besar buat gue. Bisa ngebuat gue kecewa, dan gue gak pernah ngerti kenapa kekecewaan ini bisa berubah seperti kanker yang menyebar dan menggerogoti perasaan gue sendiri… lama-lama ngebunuh dari dalam… dan mati.Gue gak pernah mengerti bagaimana harus mensiasati ini.

Semua hal gue pikirin dari hal yang sekecil semut gue pikirin.Gak tahu kenapa gue seperti ini 2 hari ini.Bawaannya badmood ,pengen tidur aja.Biar gue gak mikirin lagi hal-hal yang gak perlu gue pikirin.

Bagaimana gue tahu apa yang gue pilih itu “benar”? Bagaimana gue tahu apakah gue akan bahagia dengan pilihan gue. Aksi gue. Konsekuensi gue. Relativisme dalam contoh yang paling sempurna. Filsafat katanya bisa membantu kita memecahkan permasalahan-permasalahan dalam hidup, tapi yang ada justru pertanyaan satu mengikuti pertanyaan lain.

Butterfly effect adalah terminologi yang keren banget, yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnya. Ya semacam udah di skenariokan.Ini terjadi di kehidupan sahabat gue.Gue berharap dia gak sesedih kemaren.

Gak semangat banget sekarang,mungkin karena sesuatu hal yang gue pendam,percuma juga gue keluarin,gue keluarin ya sekadar di keluarin aja.Toh,gue keluarin gue tetep ngerasa seperti ini juga kok.

Saat-saat seperti ini gue pengen punya mesin waktu.Memperbaiki apa yang gak harusnya terjadi sekarang.Terkadang gue mikir gue pengen punya doraemon,pengen membasmi orang-orang yang buat gue lumayan sakit,luar biasa sakit dengan alat doraemon.

Duh, gue bener-bener butuh injeksi penyemangat nih…
pengen nonton the avenger! :(
Share:

Sunday, April 1, 2012

April,Be Nice ya

Udah gak terasa udah bulan april aja.Di penutup tanggal 1 April ini,gue pengen nge post sebelum tidur.

Udah lama banget gak nge-posting sebuah tulisan di blog gue,yang biasa isinya gue galau dan sekarang gue udah lumayan gak galau lagi,karena mungkin kebanyakan kegiatan Dekan fisip CUP dan Training public Speaking and Presentation skill yang buat badan gue dan (hati) hancur minah,compang camping,kuda bunting.Dan semua kegiatan itu akhirnya berakhir juga.Alhamdulillah.
sebenernya gue gak hitam,dekil gini

Ini pas Training public speaking bersama TF 2011
Yang acara dekan belum ada fotonya,soalnya belum dapet sama gue.

****
Hari ini capek banget tapi gue senang.Udah lama banget gue nunggu buat main bola basket,akhirnya gue main juga.Bersama @MDwidii @miawahab @hidayatulyana @qoyyi @lookywulandari @chindytok dkk. Disini gue bisa ngerasain emang gue udah lama banget latihan.Dari cedera berkepanjangan ini,akhirnya gue bisa main.Gue pengen terusin hobi gue ini dengan masuk ke klub basket.Gue masih ragu.Gue butuh masukan buat gabung ke klub mana.

1 April,berarti gue memasuki minggu ke-7  perkuliahan dan minggu depan gue udah UTS.Gue banyak ketinggalan pelajaran,proposal gak terurus(sebenernya belum diurus),semuanya berantakan,belum gue sentuh yang namanya tugas buat UTS.HAddduuhhh.IP semester ini mesti naik,biar IPK gue yang pas-pas buat makan itu bisa terkongrak.Semoga.Amin.

1 April,harapan itu semoga ada,beasiswa itu cepet di transfer ke rekening kami masing-masing.hahhaha Aminnn.

Gue gak banyak berharap sama bulan ini sih,karena semakin banyak gue berharap,semakin banyak gue kecewa.Terima Kasih buat orang yang terkasih udah ngajarin gue tentang ngerasain kekecewaan,begitu dalam.Kalau gak ada kamu,aku gak akan bisa kayak gini.Jadi,gak usah banyak berharap dari apa yang kita pengen,tapi banyaklah berusaha buat apa yang kita pengen .hahhahahaassiikkk.

April,be nice yaaaa
Share:

Thursday, February 2, 2012

Baru Sadar

Udah lama banget gak nulis di blog gue ini,rasanya udah lama banget,laaaammaaaaaa banget.Hahaha

Nilai masih 2 yang udah keluar dan gak sesuai yang diharapklan,mungkin gue belum bisa untuk maksimal di mata kuliah itu.Pengennya dapet A.Tapi dapet A itu gak mudah,terkadang kita udah jalanin sesuai kontrak dengan dosen kita,tapi belum dapat hasil yang maksimal.Ya sudah ini mungkin belum saatnya untuk dapet A,yang penting ip lebih dari 3,25.AMINNN.Setidaknya gue pantas untuk mendapatkan Ip tersebut dan bisa gue perjuangkan.

Sedih banget sekarang,gak tau deh bawaannya sedih banget.Emang terkadang terlalu banyak berharap,terlalu mikirin perasaan orang,selalu anggap diri ini benar,terlalu egois.Gue sadar,gue seorang manusia yang emang gak sempurna,banyak yang kurang.Jarang didengar.Sering di bohongi,padahal gue gak pernah bohong,rasanya.


Share:

Thursday, January 26, 2012

Pemanis asli,bukan buatan

Habis manis, sepah dibuang,” betapa pandainya para sepuh kita membuat perumpamaan. Orang-orang yang dinilai sudah tidak berguna lagi disisihkan begitu saja. Kadang kita marah, kalau diperlakukan seperti sepah. Padahal, kita juga akan membuang sepah itu jika sudah tidak ada lagi rasa manisnya. Ini soal siapa pelaku dan siapa korbannya saja. Kita tidak suka jadi korban, itu saja. Bukankah kita juga tidak ingin menyimpan sepah dirumah? Wajar jika sepah itu dibuang. Yang tidak wajar adalah yang belum menjadi sepah sudah dibuang. Juga tidak wajar jika kita sudah menjadi sepah, tetapi menuntut orang lain untuk terus menerus menikmati rasa manis yang sudah tidak kita miliki lagi

Kita sering menggambarkan hidup yang sudah tidak berguna sebagai sepah. Kita sadar jika sudah tidak berguna, tetapi masih ngotot untuk tidak dibuang. Itu mengindikasikan bahwa ini adalah saatnya untuk mengubah paradigma tentang hidup. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar memperbaiki paradigma hidup itu; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini:

1. Jadilah pemanis kehidupan.
jika kita bisa membuat rasa pahit kehidupan menjadi terasa manis. Tentunya kita tidak akan lagi harus disiksa oleh rasa pahit itu. Bahkan boleh jadi, kita menjadi penikmat rasa pahit itu. Kita bisa menari dalam deraan tantangan dan rintangan. Kita masih bisa tersenyum ditengah terpaan angin cobaan. Dan kita masih bisa bersyukur meski tengah berada dalam pahit getirnya cobaan hidup. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang mampu memaniskan kehidupan.

2. Jadilah pribadi yang manis, maka pasti selalu dikerubuti.
Coba saja perhatikan orang-orang yang bisa memberi manfaat bagi lingkungannya. Para dermawan, selalu dikerubungi oleh para pengikut setianya. Para alim ulama dan orang-orang berilmu, selalu menjadi rujukan para pencari pencerahan. Siapapun yang bisa memberi manfaat kepada orang lain, bisa dipastikan selalu dibutuhkan oleh mereka. Kita? Sesekali orang lain itu mbok ya membutuhkan kita gitu loh. Tapi mengapa yang terjadi malah sebaliknya ya? Mereka malah mengira seolah kita ini tidak ada. Sekalipun kita sudah menyodor-nyodorkan wajah kita. Tetap saja masih tidak mereka lihat. Sudah beriklan, bahkan. Tapi juga tidak ditanggapi. Barangkali, karena kita belum bisa menjadi pribadi yang manis bagi mereka. Karena sudah menjadi fitrah manusia untuk mengerubuti segala sesuatu yang terasa manis.

3. Tetaplah manis, maka sepahmu tidak pernah dibuang.
Mari berhenti untuk marah atau kecewa jika orang lain membuang kita karena mereka menilai kita sudah menjadi sepah. Mereka tidak salah. Kitalah yang harus berpikir bagaimana caranya supaya tidak menjadi sepah. Sebab jika kita masih tetap memiliki rasa manis itu, mereka tidak akan membuang kita, percayalah. jika kita tidak ingin menjadi sepah yang dibuang, maka kita harus memastikan bahwa kita tetap menjadi pribadi yang manis.

4. Nikmatilah rasa manis secukupnya, tidak berlebihan.
 Kita semua mendambakan manisnya kehidupan. Dan kita sering terlalu serakah untuk merengkuhnya sendirian.Sungguh keliru jika kita mengira hidup yang manis itu adalah yang semuanya serba indah. Tidak. Justru hidup yang terlalu indah cenderung menjadikan kita pribadi yang serakah. Semacam sindrom toleransi insulin kehidupan. Tidak peduli betapa banyak insulin yang diproduksi dalam tubuh Anda, gula akan tetap menumpuk dalam darah kamu. Tahukah kamu apa yang terjadi ketika dalam darah kita terdapat lebih banyak gula dari yang seharusnya? Hmmmh, Anda tentu paham yang gue maksudkan. Bahkan rasa manis kehidupan yang terlalu banyak pun bisa membahayakan kehidupan diri kamu sendiri. Maka nikmatilah rasa manisnya kehidupan, namun tidak perlu berlebihan.

5. Semanis apapun kita, tidak bisa lepas dari fitrah.
Semua orang yang pernah muda akan menjadi tua. Semua yang gagah perkasa akan menjadi tak berdaya. Semua yang kuat menjadi lemah. Itulah fitrah. Tetapi mari sekali lagi kita lihat sang sepah. Bahkan setelah masuk tempat sampah, dia tetap saja menjadi anugerah. Jika kita ikut mengimani konsepsi hidup setelah mati, maka kita lebih beruntung lagi. Karena dengan keyakinan itu kita kita bisa berharap memetik buah manis tabungan kebaikan yang pernah kita lakukan semasa hidup. Kita boleh berharap itu, karena iman kita mengajarkan bahwa setiap amal baik yang pernah kita lakukan atas nama Tuhan, akan membuahkan imbalan yang sepadan. Beruntunglah kita yang percaya, karena setidak-tidaknya kita memiliki harapan bahwa fitrah kita adalah untuk mempersiapkan tempat pulang alam keabadian.

Tidak perlu lagi untuk merasa kecewa karena telah dihempaskan oleh lingkungan yang kamu harapkan memberikan penerimaan. Mungkin mereka benar telah menghempaskan kita karena kita belum bisa memberi rasa manis yang mereka butuhkan. Mungkin juga mereka keliru karena tidak bisa menghargai rasa manis yang kita miliki. Tetapi, bukan itu yang perlu menjadi fokus perhatian kita sekarang. Cukuplah untuk selalu memikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa memberikan lebih banyak lagi rasa manis? Karena dengan rasa manis yang kita tebarkan, kita tidak perlu meneriaki para semut untuk mengerubuti. Insya Allah, cepat atau lambat; mereka akan datang sendiri.

Share: