Showing posts with label Isi benak ini. Show all posts
Showing posts with label Isi benak ini. Show all posts

Thursday, August 6, 2020

Cara Belanja Gen Z

Beberapa waktu belakangan, saya mendownload TikTok untuk menghapus dahaga penasaran saya terhadap platform yang katanya banyak dibenci oleh generasi saya, generasi Z. Awalnya, saya memang kurang tertarik bermain TikTok yang 'katanya' berisikan prang berjoget-joget. Namun, ternyata anggapan itu tidak benar, paling benar ! Tapi, tergantung awalnya kita interest kemana dan di timeline kita akan muncul video-video yang kita sukai.

Nah, di timeline saya yang tidak banyak orang joget-joget, ternyata banyak anak usia sekolah, kuliah, ya bisa dibilang generasi Z sering posting barang yang mereka beli. Ternyata setelah saya perhatikan, ada perbedaan dengan generasi saya, sebagai generasi millenial dalam berbelanja.

Adanya pergeseran nilai. Mereka lebih terfokus pada nilai. mereka melihat suatu produk tersebut dan benar-benar memahami siapa pembuatnya, bahan bakunya berasal darimana, apa misi dari produk tersebut dan hal-hal lainnya. Ya, sepertinya mereka melakukan sesuatu lebih jauh dan mempercepat sebuah trend.

Mereka mau mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli barang-barang yang sustainable agar nantinya mereka tidak merasa bersalah saat menggunakannya. Mereka lebih memperhatikan nilai-nilai sosial, status dan sebagainya.


Mereka sepertinya tidak menganggap kemewahan dari brand yang ditempel di tas, kemeja, sepatu sebagai identitas mereka. Mereka benar-benar ingin menjadi unik, menjadi berbeda. Bahkan, jika sesuatu barang itu mahal, mereka akan tetap mau membelinya. Mereka ingin jadi diri sendiri dan mereka nyaman.

Kalau dulu mungkin tidak banyak pilihan. Sekarang sudah banyak, jadi mereka bisa memilih yang sesuai dengan apa yang mereka cari dan yang mereka inginkan. Ditambah dengan media sosial secara keseluruhan sebagai platfrom yang sangat pas untuk mengiklankan suatu produk.

Selebriti aja sekarang sepertinya kurang dipercaya oleh Gen Z ini. Kenapa? saya melihat saat ini banyak suatu brand yang suka meng-endorse barang ke mikro influencer. Mereka memposting suatu produk dan saling berkomentar satu sama lain sehingga menciptakan dialog yang kolaboratif agar produk ini dapat dipercaya oleh Gen Z ini. Ada lagi yang menggunakan jasa influencer, jika influencer satu pake ini, mereka akan beli.

Konsep pemasaran telah berubah. Generasi X mereka lihat sebuah iklan produk di televisi dan saat iklan itu muncul, ada kebahagiaan yang muncul. Generasi Y mengkombinasikan dari televisi dan pendapat dari orang sekitarnya. Kalau Gen Z lebih memfilter. Mereka mendengarkan pendapat orang lain, dan melihat banyak di social media. Jika itu memberikan pengaruh dan sejalan dengan mereka. mereka akan pakai.

Huh.

Padahal emang sih, kalau di pikir-pikir, kebanyakan barang mahal itu nyaman.

Share:

Thursday, April 2, 2020

Ketika Corona Buat Kita Jadi Nothing

Virus Korona
Corona Virus
COVID-19

Berasal dari China, Wuhan
Kemudian menyebar ke dunia berbagai belahan
Korban mulai banyak berjatuhan
Banyak orang mengalami kerugian
Apakah ini hukuman?

Corona beri kita secercah harapan
Memberi kita alasan
Untuk hidup setidaknya satu siang kedepan
Tapi kita berdoa saja harusnya kita hidup ratusan bulan ke depan

Kita mulai kerja dirumah
Karena virus ini tidak ramah
Sudah menjadi wabah
Kita harus tabah

Corona ini musuh tak terlihat
Sekarang kita hanya bisa jaga diri agar selamat
Jangan nongkrong di berbagai tempat
Berhenti keluar rumah jika tidak perlu amat




Share:

Wednesday, April 5, 2017

Lima Cara Yang Harus Diingat Saat Bermedia Sosial

Saat ini kegandrungan untuk bermain di dunia maya sedang melanda kita semua. Bukan hanya anak kecil, tetapi ‘sindrome’ tersebut juga melanda orang dewasa. Banyak sekali manfaat dari menggunakan media sosial, tetapi banyak juga hal-hal yang merugikan anda. Tidak semua hal yang anda dapat bagikan ke media sosial. Tak ada salahnya menunda atau berpikir ulang sebelum mengunggah sesuatu di media sosial.

Akun Facebook, twitter, instagram atau platform media soial lain memang milik anda, tetapi media sosial adalah ranah publik. Salah memposting sesuatu, buntutnya tak hanya merugikan anda, tetapi juga orang lain. Sebab, saat ini Indonesia telah memiliki Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Jadi ada hal-hal yang perlu lebih diwaspadai sebagai pengguna aktif media sosial.

Cara bijak menggunakan Media Sosial :
  1. Pastikan konten yang disebarkan adalah benar dan bermanfaat. Jika konten tersebut akan merugikan pihak lain, sebaiknya urungkan niat untuk mempostingnya.
  2. Gunakan Media Sosial untuk hal-hal yang positif.
  3. Gunakan media sosial sebagai sarana sillahturahmi.
  4. Jangan melampiaskan amarah di media sosial. Ketika Emosi kita tak sadar dan tak pakai logika mengunggah sesuatu yang ternyata bisa berefek panjang. Selain itu, emosi di media sosial juga tidak baik untuk kesehatan.
  5. Tahan jempol Anda untukk tekan like/ retweet. Ketika kita tertarik pada suatu postingan, tetapi postingan tersebut belum tentu benar dan kita sudah memberikan like/retweet untuk postingan tersebut, secara tidak langsung, kita telah menyebarkan informasi yang belum tentu benar.

Share:

Saturday, July 30, 2016

Biasanya

Tidak bisa tidur.
Sudah pukul 01.42 dinihari.

Rumah rasanya beda. Beda banget.Setiap pulang kerumah, selalu emosional, ada yang hilang. Masih gak percaya. Biasanya Abah selalu telpon saya saat perjalan puang dari Pangkalan Kerinci ke Pekanbaru. Setiap Sabtu siang, suara beliau selalu terdengar diujung telepon "Dijemput dimana, nak?". Sekarang sudah tidak ada lagi. Setiap saya masuk rumah biasanya dari jendela pasti melihat Abah sedang nonton. Sekarang pun tv jarang ada yang nonton. Biasanya juga kita setiap weekend minum kopi di boffet abang dan makan nasi goreng di dekat Djuanda. Sekarang itu itu sudah jadi kenangan dalam pikiran saya.

Di mess, biasanya setiap pagi Abah selalu telpon membangunkan saya. "Bangun lagi, jangan tidur lagi, jangan lupa sholat". Rasanya hidup ini komplit.

Setelah Abah tidak ada, saya seperti kehilangan, kehilangan tujuan saya melakukan hal ini dan itu untuk siapa, dunia seperti mengecil dan menghimpit saya. Sampai saya susah menderetkan kata demi kata di blog ini. Tulisan ini adalah yang pertama saya tulis setelah kepergian beliau.

Abah
Sebulan sudah aku tanpamu
Rasanya berat
Kok cepat ya
Baru aja kemarin maaf-maafan sebelum masuk puasa, rupanya kita gak bareng di lebaran kali ini.
Maaf karena gak sering pulang tiap minggu.
Maaf, gak bisa pulang di minggu terakhir yang harusnya saya bisa lihat abah,nyesal banget rasanya gak pulang.
Tenang di sana Abah, I always love you, my handsome Dad. Sudah bahagia sama Ibu di sana.


Share:

Monday, September 21, 2015

Kita Hanya Sebatas Layar dan Jaringan

Aku sedang tidur telentang sambil memakai masker. Ya, masker. Sudah lama sekali aku tidak memakai masker. Saat ini masker membuat wajahku seperti di lem. Lupakan masker.

Aku sedang ingin untuk menyelesaikan pekerjaanku. Menulis sebuah tulisan tentang cafe yang menurutku sangat keren, Board Game Lounge. Di dalam sana, para pengunjung bisa menjadi manusia seutuhnya. Di dalam sana diajarkan menjadi manusia tanpa gadget dan bermain game bersama. Kemudian menghamburkan tawa. Konsep yang menarik. Seperti menemukan kebersamaan dan kebahagian.

Aku teringat saat ini kita adalah manusia-manusia digital, tentu kita memiliki kecemasan-kecemasan digital. Saat ini kita semua, sebagai warga dunia cemas saat kita ketinggalan handphone, atau sang pacar tidak membalas pesan kita. Itu hanya contoh saja. 

Teknologi telah memonopoli kehidupan kita. Itu tidak salah, menurutku. Saat ini banyak diantara kita, tidak harus bekerja dengan adanya tempat, adanya benda fisik, seperti manusia, meja atau kursi dan kamu (?). Namun, sekarang kita bisa bekerja dengan layar dan jaringan. Dengan hanya mengirim email, pekerjaan kita bisa selesai tanpa harus pergi ke tempat yang mewajibkan kita untuk hadir secara fisik.

Aku pun teringat perkataan Baudrillard yang aku paksakan pemikirannya masuk dalam skripsiku. Kira-kira ia berkata seperti ini "saat ini tidak ada ruang dan tempat, yang ada hanyalah layar dan jaringan,".
Tak salah, yang salah hanyalah sudut pandang kita.
Share:

Monday, August 17, 2015

MERDEKA !!!

Budaya yang masih sangat tertanam dalam keluarga-keluarga di Indonesia adalah seringnya menyalahkan yang muda. Yang muda dilarang menyampaikan argumennya, berpendapat bebas, bersuara bahkan pilihannya.

Yang muda pun enggan menyuarakan pendapatnya, sebab, takut dikira tidak sopan atau melawan yang tua.

Padahal yang muda hanya ingin menyuarakan pendapatnya, memberikan kritikan, masukan.

"Masih kecil sudah kurang ajar"

Pasti kata-kata tersebut sering terucap dari mulut yang tua-tua. Menganggap pendapat dan kritikan yang muda tidak penting dan dianggap tidak manusiawi.

70 tahun Indonesia saat ini, kita masih terjebak dengan budaya yang seperti itu. Yang tua sekarang susah sekali menerima, mendengarkan kritik yang muda. Sebab, yang muda dianggap sedikit pengalaman dan mengecap asam manis kehidupan.

Nah, entah sampai kapan budaya ini mengakar ke generasi berikut. Mungkin kita, yang katanya generasi Y akan sama dengan yang tua sekarang.

Semoga kita semua bisa bebas berpendapat dan bahkan mengeluarkan sarkas.

MERDEKA !!!

Share:

Wednesday, July 22, 2015

Berbicara Fadli Zon

Entah mengapa saya sangat tidak suka dengan pendapat-pendapat si gendut Fadli Zon di media-media sosial. Menurut saya komentarnya aneh-aneh dan tidak manusiawi sekali.

Pertama, saya membaca di sebuah media online, kalau si gendut ini berkomentar kalau Korupsi itu bagian dari pembangunan. Kalau tidak ada korupsi maka pembangunan tidak akan pesat.

Komentar itu terkesan ia menunjukkan pro terhadap korupsi. Padahal, ia adalah salah satu pimpinan di gedung yang seperti gambar pemandangan saat saya masih TK.

Kedua, koruptor berhak dapat remisi. Setiap narapidana berhak mendapatkan remisi, tapi menurut saya tidak dengan koruptor. Udah digaji pakai duit Rakyat, eh dianya ambil duit rakyat, rakyat mana? rakyat yang bayar pajak.  *menghela Napas*

Orang ini menurut saya, sedikit sakit jiwa. Sebab, komentarnya ini sedikit pro terhadap koruptor.
Entah mengapa pula saya menulis tentang si gendut ini. Semoga ia segera sadar dari kesadaran palsunya.
Share:

Thursday, July 2, 2015

Berpikir Tentang Tujuan

Sekarang sekitar pukul 00.51 AM. Didepan saya sedang ada sebuah buku yang hampir sebulan belum selesai saya baca, satu pena, note book dan handphone kecil yang casingnya sudah tak terlihat baik. Tolong belikan saya hp baru.

Hari ini saya tak tidur dengan keponakan saya, dia tidur dirumahnya karena sekarang sedang libur, rumahnya di depan rumah saya. hahaha. Saya sangat bahagia karena tengah malam ini biasanya ia mengigau sampai saya selalu meneriakinya "hei,hei tidur,".

Belakangan saya mencintai tidur, setelah selesai bekerja saya akan tidur tiga hingga empat jam, kemudian makan, dan tidur kembali, bangun makan sahur dan tidur lagi. Tapi saya merasakan selalu mengantuk ketika kepala saya menempel dikasur.

Saya tak ingin membicarakan apa yang saya rasakan ketika mewawancarai teman dan orangtua salah satu korban Pesawat Hercules yang yang jatuh di Medan Selasa Kemarin. Pilu.

Sambil menelungkupkan badan diatatas bantal, saya memikirkan apa tujuan saya. Selama ini saya hanya menyimpannya tanpa berusaha. Saya belum berusaha, tapi masih menggerutu. Usaha itu sesuatu yang punya tujuan dan dilakukan dengan daya juang tinggi. Setelah saya mendapatkan apa yang saya inginkan, saya tidak mulai belajar hal yang baru. Kadang saya kesal dengan diri saya sendiri.

Pertama, saya tak mengerahkan seluruh kemampuan dan melakukannya sampai batas kemampuan saya. Saya tidak mengambil sesuatu yang saya inginkan. Kedengarannya seperti perkataan orang egois.

Saya kadang hanya menengadah ke langit menunggu buah jatuh. Berusaha dengan setengah hati. Saya menjadi bertanya-tanya, apa saya tak berminat dengan diri sendiri? dengan tujuan saya?

Setelah lulus, hanya beberapa tujuan saya yang tercapai, selebihnya? belum ada.Rasa malas ini ingin saya buang jauh-jauh. Jauh sekali.

Share:

Thursday, June 25, 2015

Ketika Basa Basi Dilagukan

Sudah hampir seminggu Ramadhan datang menghampiri umat Islam di bumi. Sudah berapa yang batal? yang jelas lebih dari satu.  Bulan puasa tahun ini saya menghabiskan nya di jalan. Semoga saya tak tua di jalan.

Belakangan saya sering melihat sesuatu yang memang dari dulu kurang saya sukai. Basa-basi dilagukan dan puji-pujian diutarakan. Ketika saya berada di dalam situasi ini, dalam hati saya berucap "Cepatlah ini berlalu..". Jujur, saya tak betah dengan ramah temeh seperti ini. Mungkin saya belum mengerti siklus hidup dan mencari makan. Mungkin juga saya salah menanggapi arti mimik muka orang-orang ini.

Entahlah, saya merasa terkukung dalam kepalsuan saat itu. Seseorang yang umurnya 15 tahun lebih tua dari saya berkata "Kalau enggak begitu, enggak dapat duit, enggak dapat relasi, mati dimakan cacing,".

Entahlah, mungkin aturan mencari makan seperti itu. Orang-orang yang terlihat apa adanya akan lebih tertinggal.Mungkin. Entahlah saya masih belum paham dengan hal seperti ini.ENTAHLAH.

Kemudian saya ingat tokoh sosiologi yang membahas hal seperti ini, sering saya sebut, Erving Goffman. Teori Dramaturgi. Setiap manusia, punya dua sisi kehidupan, back stage dan front stage. Front stage itu sering kita gunakan untuk mengatur image atau kesan kita didepan orang lain. Biasanya, kita, sebagai manusia ingin terlihat baik dan disukai banyak orang. Itu manusiawi. Tapi apakah di back stage kehidupan kita, kita nyaman dengan kehidupan di front stage tersebut? Apakah hidup ini hanya sekedar mengatur kesan tanpa hidup itu kita nikmati? Mengapa banyak orang yang populer mati bunuh diri padahal kesan yang ia tampilkan selalu bagus? Apa kita hidup hanya berpura-pura? Entahlah, setiap manusia di bumi ini punya jawaban yang berbeda.

Saya sering dikira laki-laki dengan orang yang pertama kali bertemu dengan saya. Sebab, kesan yang saya keluarkan memang seperti iti, rambut pendek,bercelana panjang, kemeja laki-laki, sepatu juga laki-laki. Banyak yang sudah memprotes saya untuk mengubah penampilan saya seperti ini. Bahkan ada yang mengira saya jeruk makan jeruk.

Saya tak mengubris apa permintaan orang-orang kepada saya. Saya begini karena saya suka style seperti itu. Saya masih nyaman. Ya walau terkadang saya risih orang yang menyaman saya dengan "jeruk makan jeruk" tapi saya tak terlalu ambil pusing.Yang jelas saya tak seperti itu, saya masih normal. haha. Mungkin suatu saat saya akan berjodoh dengan pria yang bermil-mil jauhnya dari tempat saya sekarang.

Foto dibawah ini hasil miss komunikasi dengan mas-mas salon langganan saya. Saya menyesal memotong rambut saya. Saya berharap rambut ini berlalu dengan cepat.

Share:

Monday, May 4, 2015

I hope All is Fine

Rencanaya saya akan tidur sebelum pukul 00.00. Tetapi sampai pukul 12.13 AM saya bahkan belum memejamkan mata. Sejak pukul 09.00 PM tadi saya hanya memainkan handphone, salah satu saya agar tak berpikir banyak.

Hari ini sebenarnya mood saya sedang tidak bagus. Bawaannya malas. Bosan.

Bahkan hari ini saya belajar dari pengalaman buruk saya. Saya belajar untuk bertanggung jawab diatas kaki sendiri, apa yang telah saya lakukan.

Memang sangat sulit bagi saya, bahkan saya harus membuang-buang bensin dijalan. Saya bahkan tak bisa berbicara apa-apa. Pelajaran hidup ini membuat saya begitu cemas dan takut. So far so bad, oh my god, i hope all is fine, help me.

Mungkin, dengan pengalaman buruk yang baru saja terjadi, saya belajar tentang tanggung jawab, ketelitian dan kedalaman serta tak lupa menjadi dewasa.

Sekarang saya tidak tahu apa yang harus saya tulis. Saya hanya ingin memeluk guling dengan khusyuk, bangun segar, sarapan sehat, kerjaan besok lancar.

Share:

Friday, April 3, 2015

Rutinitas

Beberapa hari belakangan saya merasa tak bahagia, merasa kehilangan semangat, susah konsentrasi. Kegiatan beberapa bulan ini mungkin membuat saya bosan. Rutinitas ini mulai membuat isi kepala runyam, seperti terserang dementor dalam film Harry Potter.

Mesin semangat saya sepertinya sedang turun. Saya sudah berusaha membuangnya, saya sudah pergi menonton sebuah film, bernyanyi sampai kehabisan tenaga di ruang karaoke bersama teman saya, pergi sendirian ke suatu tempat ramai. Tetapi semua itu tak ampuh untuk mengembalikan semangat saya.

Kadang saya pikir, saya harus melakukan sesuatu yang baru. Tetapi untuk saat ini saya belum bisa, saya belum mampu. Saya ingin sekolah lagi, itu saja. Saya rindu membahas manusia yang sekarang sudah terlalu mainstream, termasuk saya juga di dalam lingkaran itu, terkadang.

Saya rindu perjalanan. Rindu ke tempat asing, rindu mendengar aksen yang berbeda, bahasa yang berbeda, rindu udara segar, rindu melarikan diri sejenak.

Sebagai manusia, saya mengalami kesulitan besar untuk memusatkan perhatian pada masa sekarang. Saya selalu berpikir tentang apa yang telah saya lakukan, tentang bagaimana saya seharusnya melakukannya, tentang berbagai konsekuensi perbuatan saya, dan tentang betapa saya tidak berbuat seperti yang seharusnya.

Atau saya berpikir tentang masa depan, tentang apa yang akan saya lakukan besok, pencegahan-pencegahan apa yang harus saya lakukan, bahaya-bahaya yang menanti saya di masa depan sana, bagaimana cara mencegah apa yang tidak saya inginkan dan bagaimana cara mendapatkan apa yang selalu saya dambakan.

Menggunakan kata-kata tidak berarti apa-apa. Saya harus menceburkan diri saya yang sudah tercemar dengan rutinitas.

Sebenarnya bukan rutinitas yang jadi masalah. Saya hanya tidak bahagia.

Share:

Monday, January 26, 2015

Kebencian Diam-diam

Entah mengapa hal-hal yang sudah berlalu, bahkan mereka yang ada di kehidupam saya yang dulu selalu saja hadir dalam setiap kotak search di sosial media yang saya punya.

Entah mengapa nama-nama itu muncul di otak saya dan menginstruksikan jari jemari saya untuk menulisnya.

Pada kesempatan berseluncur di twitter saya tak sengaja membaca twit yang saya lupa akunnya.

"Kita selalu susah melupakan orang yang membekas di hati kita"

Yap. Memang beberapa orang membekas dihati saya, tetapi saya ingin menutup pintu hati saya untuk mereka. Alasannyapun terdengar klise bagi saya.

Semakin saya ingin menghilangkan kenangan-kenangan itu, semakin gencar saya menuliskan namanya di kotak pencarian.

Apa saya benci?
Entahlah, terkadang saya sinis saja dengan mereka, kebencian yang dirasakan diam-diam, membuat persaan jadi kelam.Suram.

Sampai sekarang saya tidak bisa menolong perasaan saya sendiri. Termasuk perasaan yang tidak bisa saya definisikan melalui rangkaian kata.

Share:

Wednesday, July 9, 2014

Kesal

Kadang hidup selalu dicecoki oleh pertanyaan-pertanyaan dan kata-kata yang menyebalkan yang kadang kita tidak tahu jawabannya.  Mereka yang berada dalam keadaan beruntung, selalu melemparkan pertanyaan yang sama ketika mereka bertemu dengan orang yang kurang beruntung. Entah apa maksudnya, jikalau ia peduli, itu baik, kalau ingin pamer, mungkin perasaan yang bernama kesal dan iri mulai muncul.

Entah mengapa perasaan negatif belakangan ini selalu mengahampiri, saya merasa ada yang salah pada diri sendiri belakangan ini. Mudah sekali merasa kesal dan sedih. Berbeda dengan diri yang dulu, melontarkan kata “peduli amat” setiap pertanyaan yang menyebalkan menghampiri, melontarkan tanpa memikirkannya, tanpa ada rasa beban. Entah mungkin banyak berpikir akan hal-hal akan dilakukan sekarang, menjadi apa di masa depan, cemas akan masa depan. 

Saya teringat akan ucapan kakak saya, “sabar aja, semua itu akan datang, tapi kita tidak tahu kapan, jangan berhenti berusaha, tetap semangat dan jangan lupa banyak ibadah”.

Banyak ibadah. Kegiatan itu sekarang kadang sering saya abaikan, tidak seperti dulu, entah mengapa, saya merasa malas, padahal saya sudah merencakan untuk melakukan ibadah itu, tapi akhirnya saya tidak melakukannya. Makin hari, saya merasa ibadaha saya banyak berkurang.  Mungkin karena ini saya mudah sedih dan kesal.  Mungkin juga karena ini Tuhan juga abai terhadap hal yang saya inginkan.

Menulis ini melegakan saya, pertanyaannya terjawab sudah, setidaknya sedikit.
Share:

Sunday, June 29, 2014

Berusaha dan Beribadah

Banyak diantara manusia yang telah berusaha sekeras mungkin untuk mencapai kesuksesan, terutama mendapatkan materi yang berlebih. Ia selalu berusaha sekuat tenaga dan pikiran, tetapi masih memiliki kehidupan yang tidak diharapkannya. Sekeras apapun mereka berusaha, mereka tidak mendapatkannya.

Melihat hal ini saya teringat Max Weber dengan yang ditulisnya berjudul Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme. Saya tidak akan menuliskan teorinya secara gamblang, saya tidak pandai berteori, menjelaskan dengan sempurna, teori ini tentang semangat bekerja, agama dan surga. Koreksi jika saya salah.

Teringat Weber, saya berpikir bahwa jika kita melakukan sesuatu, apapun, kita harus menganggapnya ibadah, tujuannya untuk ibadah, bekerja untuk ibadah, mungkin dengan itu kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Mungkin itu di dunia atau di dunia lain kelak. Mungkin.
Share:

Friday, August 23, 2013

Selamat Ulang Tahun Ma

Udah 25 Agustus, gue lagi KKN.
Hari ini adalah hari ulang tahun almarhumah mama gue.Selamat ulang tahun, tenang disana, ii selalu rinduin mama kok, doain tiap sholat, selalu ingat mama.

 Beliau meninggalkan tahun 2007,  saat itu gue 13 tahun. Beliau meninggal akibat pembengkakan jantung. Saat itu mau Ujian Nasional, alhamdulillah masih bisa lulus dengan nilai sangat memuaskan, tapi sewaktu SMA, gue jadi malas sekolahnya, ngerasa kehilangan banget, kehilangan penyemangat. Gue SMA berubah banget. Telat, sering bolos les, tidur di kelas, jauh banget sama gue saat SMP dulu, mungkin mama gue orang yang "terlalu perhatian" suka nelponin gue, soalnya dia sibuk banget. Nyebelin sih. Saat itu cuma basket yang buat gue senang.

Jujur, gue kangen. Pengen sih setiap waktu yang gue habiskan, gue bisa ngedengerin mama berkali-kali nelpon dan nanya " kamu lagi apa?". 

Tapi ya gimaaaaanaaaa, udah takdir, life must go on. Tetap semangat.

Alhamdulillah masih punya Abah, kakak-kakak dan abang-abang. 

Selamat Ulang Tahun, Ma.
Share:

Monday, April 30, 2012

Perspektif Aja

Yak.
Gue lagi ditengah nyari bahan buat tugas MPS yaitu membikin proposal dan alhamdulillah udah dapet judulya "komunitas Underground"  Tentang pembentukan kelompok sosial gitu.hehehhe.Semoga berjalan dengan lancar sampai akhir yaaaaaa.

Ngomongin Kelompok,gue nemu di tv tadi sekelompok orang-orang korea joget-joget.
Gue tadi sepintar ngelihat ada boy band korea yang nampil di Indonesia, dielu-elukan sama remaja cewek,mungkin juga remaja cowok yang ngondek ya hehehehe.Gue gak ngerti entah kenapa segitunya mereka ngefans banget sama 9 pria,eh bukan,mungkin semi pria,atau bahkan ladyboy atau cowok-cowok tomboy ini menurut gue lebay banget.Tadi sepintas gue lihat kalo nyanyinya lipsing,para boyband Indonesia juga gitu kok,gak jauh-jauh amat.

Trus pose sewaktu foto,beeehhhhhh, jangan-jangan bukan gaya, tapi karena badannya keseleo semua.
Sewaktu wawancara sama para media di Indonesia juga, pake bahasa Korea,emangnya mereka gak bisa bahasa Inggris? Gak jauh beda juga sama boyband Indonesia.
Gak ngerti gue.
Dulu,boy band kayak westlife,boys II men,Backsreet Boys, laki banget.Gak lipsing.Jantan meeennn.Ada juga tuh by band Indonesia yang nyanyiin "inikah cinta" keren abis suaranya.Gue lupa namanya apa.hehhehe

Mungkin ini suatu bentuk perubahan sosial.Perubahan yang terjadi di kalangan anak remaja,dulunya mereka suka anak band,sekarang boy band. Mungkin jaman sekarang remaja cewek lebih suka cowok tomboy dari pada cowok jantan :P
Share:

Saturday, April 7, 2012

Tanpa Arah

Malam Minggu.
Sabtu Malam.
Ah,sama aja,mau itu namanya malam minggu,sabtu malam,gue tetep dirumah.Gue seperti tanpa arah gitu,seperti tak tahu kemana,berjalan tanpa sebuah arah dan tak pernah aku merasakan cinta yang nyata seperti dirimu.Eh,kok malah nyanyi ya gue.Gak ada yang spesial di sabtu malam kecuali besoknya hari minggu,hari libur,biasanya gue main basket,tapi sekarang gue gak ada temen buat main basket.Gue galau.Gue butuh teman,buat main basket.

Malam minggu biasanya gue ya seperti hari-hari sebelumnya,diam drumah,nonton,ngenet,ngerjain tugas,beli cadburry cincau,sate madura,monoton bangetkan.Gue butuh perubahan,butuh yang baru,gak monoton kayak gini.Bukannya gak bersyukur,gue butuh hidup yang berwarna,seperti pelangi tapi gue gak mau ada warna merah jambu.

Ada temen yang bilang,hidup gue itu tersistem dengan baik,semua tugas kuliah dan rencana gue buat ngelakuin sesuatu berhasil dengan sukses dilakukan.Gue mendengar itu,ya gue ketawalah,gimana gak,masih banyak rencana di kegiatan gue hari-hari itu ada yang gak gue jalanin,kayak sekarang,harsnya gue pulang kuliah tadi,harusnya gue ke pustaka wilayah buat minjem buku,tapi gue belok ke rumah dan tidur.Karena gue ingat,jam 1 ada NBL Indonesia antara SM britama vs Pelita Jaya Esia dan pertandingan berlansung sengit karena SM yang disebut-sebut tim juara,kalah setengah bola di detik-detik terakhir.Tapi itulah beautiful game yang pernah gue tonton sepanjang masa.Bona dengan 3pt shootnya dari luar garis 3 point yang jauh.Wisnu dengan crossovernya yg keren,suka masuk-masuk gitu.faisal dengan kelincahannya.Tapi dodo kurang bagus menurut gue.Tapi gue tetep suka Dimaz Muharri.HAHA.Eh,kok ngomongin NBL.
Itu salah satu contohnya.

Sejak dapet beasiswa,gue jadi semangat kuliah,jadi mikirin time-time di perkuliahan gue harus ngapain aja.Udah gue susun.Tapi dimana ada niat,disitu ada cobaan.Penyakit itu terus datang menghampiri gue,MALAS.Ah,coba ada penawar racun ini.Disini gue mencoba untuk mikirin prioritas utama gue apa.itu yang ada setiap ngelakuin sesuatu,termasuk kuliah adalah prioritas utama gue .

Sejalan dengan prioritas utama gue itu,gue jadi monoton hidup gue.Ya mungkin gue berusaha mengalihkan ke basket.Gue mikir badan udah lumayan sehat,dan sekarang saatnya buat latihan setelah 2 tahun gak.Semoga bisa di capai.Gue lagi milih club bersama temen gue.Semoga bisa ya,doakan ya teman-teman semuaaaaaaaaa.

Ini cuplikan gambar sensasional gue,kata temen gue cocok di majalah p**yboy,entah dari mana cucoknya

Share:

Sunday, April 1, 2012

April,Be Nice ya

Udah gak terasa udah bulan april aja.Di penutup tanggal 1 April ini,gue pengen nge post sebelum tidur.

Udah lama banget gak nge-posting sebuah tulisan di blog gue,yang biasa isinya gue galau dan sekarang gue udah lumayan gak galau lagi,karena mungkin kebanyakan kegiatan Dekan fisip CUP dan Training public Speaking and Presentation skill yang buat badan gue dan (hati) hancur minah,compang camping,kuda bunting.Dan semua kegiatan itu akhirnya berakhir juga.Alhamdulillah.
sebenernya gue gak hitam,dekil gini

Ini pas Training public speaking bersama TF 2011
Yang acara dekan belum ada fotonya,soalnya belum dapet sama gue.

****
Hari ini capek banget tapi gue senang.Udah lama banget gue nunggu buat main bola basket,akhirnya gue main juga.Bersama @MDwidii @miawahab @hidayatulyana @qoyyi @lookywulandari @chindytok dkk. Disini gue bisa ngerasain emang gue udah lama banget latihan.Dari cedera berkepanjangan ini,akhirnya gue bisa main.Gue pengen terusin hobi gue ini dengan masuk ke klub basket.Gue masih ragu.Gue butuh masukan buat gabung ke klub mana.

1 April,berarti gue memasuki minggu ke-7  perkuliahan dan minggu depan gue udah UTS.Gue banyak ketinggalan pelajaran,proposal gak terurus(sebenernya belum diurus),semuanya berantakan,belum gue sentuh yang namanya tugas buat UTS.HAddduuhhh.IP semester ini mesti naik,biar IPK gue yang pas-pas buat makan itu bisa terkongrak.Semoga.Amin.

1 April,harapan itu semoga ada,beasiswa itu cepet di transfer ke rekening kami masing-masing.hahhaha Aminnn.

Gue gak banyak berharap sama bulan ini sih,karena semakin banyak gue berharap,semakin banyak gue kecewa.Terima Kasih buat orang yang terkasih udah ngajarin gue tentang ngerasain kekecewaan,begitu dalam.Kalau gak ada kamu,aku gak akan bisa kayak gini.Jadi,gak usah banyak berharap dari apa yang kita pengen,tapi banyaklah berusaha buat apa yang kita pengen .hahhahahaassiikkk.

April,be nice yaaaa
Share:

Monday, February 20, 2012

Karena Error

Rasa sakit itu terbuka lagi,udah berusaha buat nutupin dan ngelupainnya,tapi terbuka lagi.

Belum pernah ngerasa berarti selama ini,selama ini.
Pernah ngerasa gak berarti.
Pernah ngerasa kecewa.
Pernah ngerasa sakit hati.
Pernah jadi manusia.

Gak ngerti sama rasa ini yang suka banget muncul di permukaan hidup gue yang sedang move on ke arah mencoba menerma apa yang terjadi,bisa di bilang kalo sesuatu terjadi ya sudah.Tiba-tiba datang lagi kesakitan itu,kesakitan perasaan.Mungkin gue terlalu sensitif ya jadi orang,mudah sakit hati,mudah terharu.Sebenarnya postingan ini di posting beberapa hari yang lalu,tapi karena error kehapus semuanya.Kesal.
Share:

Friday, February 10, 2012

Bahagia itu sederhana

Udah lama banget gak nulis panjang di blog gue,karena kadang gue nulis di tumblr,hehehe
Gue udah rada gak kecewa lagi sama IP gue,IP gue naik,jadinya gue terbebas dari evaluasi Beasiswa gue,Alhamdulillah.Bisa buat bangga mereka,walikelas gue waktu kelas 3 dulu.Buk Syafridati.Beliau yang ngasih wejangan sewaktu gue kelas 3 sampai gue keterima di kampus gue sekarang.Bahagia itu sederhana,bisa ngebuat mereka senang dan bangga.

****

Janji.
Kadang kita berjanji sama orang yang belum tentu bisa kita tepatin.Ketika janji itu kita langgar atau gak kita tepatin,ngebuat orang yang udah kita janjiin kecewa dan mungkin juga marah sama kita.
Mungkin ketika kita membuat janji itu di saat pikiran kita sedang tidak rasional,jadi kita membuat janji yang tidak kita mampu,yang akhirnya membuat kita merasa sangat bersalah kepada orang tersebut.Semua orang tau kalimat ini
"Janganlah engkau berjanji ketika engkau tidak bisa menepatinya"
Tapi masih banyak juga orang yang ngelanggar janji tersebut.Ngebuat banyak orang kecewa ketika janji itu gak di tepatin dan rasanya luar biasa sakit,kecewa.Dan kita yang ngebuat janji kepada orang itu,kita juga ngerasa bersalah,kecewa sama diri sendiri.Tapi buat apa kecewa,toh apa yang kita tanam,itu yang akan kita petik.Itu resiko yang harus kita dapetin.
Kadang juga kita terlalu merasa bersalah,hidup dalam keadaan merasa bersalah itu gak enak banget,itu sama aja seperti ngebunuh diri secara perlahan.Bikin stres aja.Masih banyak hal yang mesti kita pikirin buat hidup kita.Kadang kita tidak pernah mikirin perasan orang tua kita kecewa sama kita,tapi lebih milih perasaan orang lain yang kita buat kecewa.Semakin kita dewasa harusnya kita mikirin orang tua,bukan orang lain.Harusnya gitu.Tapi terkadang kita melenceng dan membengkok.
Kita gak punya waktu buat mempertahankan apa yang tidak kita miliki ,kita hanya bisa melihat yang terbaik yang kita miliki untuk hidup kita.
Kadang  terjebak dalam keadaan tersebut karena kita mungkin tidak bisa mengukur,mengukur apa yang seharusnya kita sanggup lakukan.

ketika seseorang terluka,mereka belajar untuk membenci
ketika seseorang melukai perasaan orang lain,mereka dibenci dan dipenuhi rasa bersalah
tapi dengan mengetahui rasa sakit itu,akan membuat seorang menjadi baik hati
rasa sakit membuat seseorang tumbuh
dan bagaimana kau tumbuh,itu terserah padamu

***
Apaan yang gue tulis yah?
kok rada error gitu ya.

Share: