Ketika Rutinitas Membuat Hidup Terasa Kosong

Ada masa di mana hidup gue kelihatan baik-baik saja, tapi rasanya nggak ke mana-mana.
Bangun pagi, kerja, pulang, tidur.
Secara teknis, semuanya berjalan normal.
Secara perasaan, kosong.
Gue punya pekerjaan. Stabil. Harusnya bersyukur. Dan gue tahu itu.
Tapi tetap ada sesuatu yang ganjel. Sesuatu yang nggak bisa dijelasin dengan kalimat, “Ya udah, nikmatin aja.”
Suatu pagi, gue bangun dengan satu pikiran yang agak mengganggu:
“Sebenernya gue bahagia nggak, sih?”
Pertanyaan itu sederhana. Tapi anehnya, jawabannya nggak langsung muncul.
Hari-hari gue jalan seperti biasa. Rutinitas. Deadline yang datang tepat waktu. Dan kepala yang capek sebelum hari benar-benar selesai.
Di titik itu, gue mulai ngerasa kayak robot. Bangun, kerja, makan, tidur. Ulang lagi.
Gue nggak tahu sebenernya lagi ngejar apa. Gue cuma ikut arus, dengan harapan suatu hari nanti hidup akan berubah sendiri.
Spoiler: nggak berubah.
Akhirnya gue berhenti sebentar. Bukan berhenti kerja. Berhenti pura-pura baik-baik saja.
Gue mulai nanya hal-hal sederhana ke diri sendiri. Bukan pertanyaan besar soal hidup. Lebih ke:
Apa yang bikin gue ngerasa hidup?
Hal apa yang belakangan ini hilang tanpa gue sadari?
Jawabannya nggak dramatis. Justru remeh.
Gue kangen baca buku tanpa mikir manfaatnya.
Gue kangen nulis tanpa mikir siapa yang bakal baca.
Gue kangen duduk diam tanpa harus buka ponsel.
Dan di situ gue sadar:
Gue bukan benci kerjaan gue.
Gue cuma kehilangan ruang buat jadi diri gue sendiri.
Jadi gue mulai pelan-pelan. Nggak ada keputusan besar. Nggak ada rencana lima tahun. Cuma hal-hal kecil.
Nulis satu paragraf sehari. Jalan kaki tanpa ponsel. Buka buku yang sudah lama jadi hiasan rak.
Anehnya, itu okelah. Bukan buat bikin hidup langsung bahagia. Tapi cukup buat bikin gue ngerasa hidup gue balik ke tangan gue sendiri.
Sekarang gue masih kerja. Masih capek. Masih kadang bingung.
Tapi setidaknya, gue tahu satu hal:
Hidup gue nggak harus spektakuler buat terasa bermakna.
Gue belum sampai ke mana-mana. Tapi gue sudah berhenti jalan tanpa arah.
x

Comments

Popular posts from this blog

Hari-Hari yang Terasa Kosong Tapi Tetap Jalan

Tentang Hari-Hari yang Tidak Spesial

Teori Sosiologi Dan Cinta