Kuliah Lagi di Usia Dewasa, karena Hidup Membawa ke Sana

Belakangan ini, gue resmi jadi mahasiswa lagi. Status yang sebenarnya terdengar lebih keren daripada kenyataannya.

Saat ini gue sedang menjalani perkuliahan pascasarjana di jurusan Magister Business and Communication Management.

Bukan karena tiba-tiba pengin jadi akademisi. Lebih karena hidup pelan-pelan ngarahin gue ke sana.

Awalnya, gue pengin kuliah Manajemen Bisnis di UI, ITB, atau Binus. Nama-namanya familiar. Kedengarannya “mapan”.

Masalahnya cuma satu, gue sedang tidak tinggal di Jabodetabek, dan hidup gue belum cukup fleksibel untuk bolak-balik demi status mahasiswa ideal.

Dan jujur aja, di usia segini, idealisme kadang harus dikalahkan sama logistik. Akhirnya gue ketemu LSPR Communication and Business Institute.

Yang menarik bukan nama besarnya, tapi satu hal sederhana, blended learning.

Artinya, gue tetap bisa kuliah tanpa harus pindah hidup sepenuhnya. Masih bisa kerja. Masih bisa capek. Masih bisa mikir, “Kenapa gue nambah beban hidup, ya?,".

Kenapa Business dan Communication? 

Karena tanpa sadar, hidup dan kerjaan gue belakangan memang berputar di dua hal itu. Ngomong sama orang. Ngambil keputusan. Menjelaskan sesuatu yang nggak selalu mudah dijelaskan. 

Jadi kuliah ini bukan buat ganti arah hidup. Lebih ke ngerapiin arah yang sudah gue jalanin. 

Kuliah sambil kerja jelas nggak romantis. Waktu jadi barang mahal. Malam sering dihabiskan sambil buka materi dan mikir, “Ini gue belajar atau lagi nambah stres?,".

Untungnya, gue nggak sendirian. Ada teman-teman seangkatan yang sama-sama capek tapi tetap jalan. Ada keluarga yang, meski nggak selalu paham detailnya, tetap ngasih ruang dan dukungan. 

Targetnya sederhana. Tahun 2025, gue pengin berdiri di panggung wisuda. Pakai toga. Pulang dengan gelar MA. 

Bukan sebagai simbol kesuksesan. Lebih sebagai penanda bahwa gue pernah sampai di titik hidup ini, dan memilih untuk terus belajar, meski pelan.

Comments

Popular posts from this blog

Hari-Hari yang Terasa Kosong Tapi Tetap Jalan

Tentang Hari-Hari yang Tidak Spesial

Teori Sosiologi Dan Cinta