Posts

Menjalani Hari yang Sama, Berulang Kali

Pagi selalu datang dengan cara yang sama. Alarm bunyi. Gue buka mata. Dan seperti biasa, bagian tersulit dari hari itu adalah bangun dari tempat tidur. Bukan karena kurang tidur. Tapi karena gue tahu, hari ini kemungkinan besar akan mirip dengan kemarin.  Dan kemarin mirip dengan hari sebelumnya. Hari-hari jalan, tapi rasanya gue cuma jadi penonton. Bangun, kerja, pulang, tidur. Ulang lagi. Bukan hidup yang buruk. Tapi juga bukan hidup yang bikin gue pengin cerita ke orang. Di titik ini, gue sadar satu hal, menjalani hari ternyata butuh energi. Dan belakangan, energi gue sering habis duluan. Gue sempat mikir, mungkin gue perlu tumbuh.  Masalahnya, gue nggak tahu caranya. Akhirnya gue balik lagi ke bangku sekolah. Bukan karena ambisi besar. Lebih ke alasan sederhana, biar ada sesuatu yang berubah. Kadang gue kangen versi diri gue yang dulu.  Yang masih sempat olahraga.  Masih bisa ketawa tanpa mikir besok.  Masih punya rasa ingin tahu yang nggak langsung kalah sa...

Kuliah Lagi di Usia Dewasa, karena Hidup Membawa ke Sana

Belakangan ini, gue resmi jadi mahasiswa lagi. Status yang sebenarnya terdengar lebih keren daripada kenyataannya. Saat ini gue sedang menjalani perkuliahan pascasarjana di jurusan Magister Business and Communication Management. Bukan karena tiba-tiba pengin jadi akademisi.  Lebih karena hidup pelan-pelan ngarahin gue ke sana. Awalnya, gue pengin kuliah Manajemen Bisnis di UI, ITB, atau Binus.  Nama-namanya familiar. Kedengarannya “mapan”. Masalahnya cuma satu, gue sedang tidak tinggal di Jabodetabek, dan hidup gue belum cukup fleksibel untuk bolak-balik demi status mahasiswa ideal. Dan jujur aja, di usia segini, idealisme kadang harus dikalahkan sama logistik.  Akhirnya gue ketemu LSPR Communication and Business Institute . Yang menarik bukan nama besarnya, tapi satu hal sederhana, blended learning . Artinya, gue tetap bisa kuliah tanpa harus pindah hidup sepenuhnya.  Masih bisa kerja.  Masih bisa capek.  Masih bisa mikir, “Kenapa gue nambah beban hid...

Malas Nulis, Tapi Hari Ini Mulai Lagi

Hari ini, gue nulis lagi. Postingan pertama gue di tahun 2024, setelah cukup lama malas menyentuh blog dan catatan pribadi. Bukan karena nggak ada yang mau ditulis. Justru karena kebanyakan mikir hal-hal kecil yang sebenarnya nggak penting, tapi cukup bikin kepala penuh. Saat ini gue duduk sendirian. Laptop di depan. Niat awalnya cuma mau kerja dan cari info soal ujian masuk S2 besok. Ada beberapa tugas yang tertunda hari ini. Tapi entah kenapa, gue malah menikmati duduk sendiri, tanpa harus ngobrol, tanpa harus menjelaskan apa pun ke siapa pun. Besok gue ujian masuk S2. Gue jadi keinget, tahun 2020 gue pernah ikut ujian yang sama. Dan gagal. Bukan karena bodoh. Lebih karena kurang siap dan terlalu yakin bisa jalan sambil lalu. Empat tahun berlalu, dan entah kenapa sekarang gue nyoba lagi. Bukan karena hidup sudah teratur. Justru karena hidup terasa agak berantakan. Balik kuliah itu sebenernya mimpi lama gue. Mimpi yang nggak kejadian waktu usia gue masih di bawah 30. Sekarang gue 31,...

Ketika Duduk di Depan Jendela

Image
Di sudut yang sepi di Starbucks, hari itu aku duduk seorang diri. Hanya aku, gelas Green Tea Latte yang menghiasi meja, dan ketenangan malam. Sebelumnya, aku telah menjelajahi dua mal dalam upaya mencari buku yang tak kunjung ditemukan. Saat akhirnya sampai di sini, yang kupanggil sebagai 'mall tempat orang selingkuh.' Namun, tidak bisa disangkal bahwa dalam sepi, ada ketenangan. 😄 Duduk selalu di meja yang sama, menghadap keluar jendela, aku membiarkan mataku melihat mobil-mobil yang berlalu begitu cepat. Pikiranku yang kerap kali berkecamuk kini menjadi damai. Mungkin memang begitulah adanya, aku seringkali datang ke sini, sendirian. Saat aroma Green Tea Latte pertama kali menyentuh hidung dan rasa hangatnya melalui bibirku, pikiranku mulai melayang. Tahun ini, rasa syukur yang besar tumbuh di hatiku. Ada banyak kebaikan yang datang dalam hidupku di tahun 2023 ini. Saya belajar untuk tidak hanya fokus pada sisi negatifnya. Saya merasa beruntung. Dan itulah pelajaran yang say...

Pindah Kota, Pindah Hidup

Tiga bulan lalu, gue pindah ke Pekanbaru. Kedengarannya biasa.  Padahal buat gue, ini bukan pindah kota. Ini pindah hidup. Sebelumnya, selama kurang lebih tujuh tahun, hidup gue ada di Pangkalan Kerinci. Kota yang nggak banyak gaya, tapi cukup buat bikin rutinitas terasa aman. Pekanbaru sebenarnya nggak jauh beda. Bedanya cuma satu, fasilitas lebih banyak, dan jarak ke rumah terasa lebih dekat, secara geografis, juga emosional. April 2023, gue dapet pesan di LinkedIn dari HRD RS Awal Bros Group .  Isinya sederhana: “Apakah sedang open opportunity?,". Di titik itu, gue sedang berada di fase karier yang, kalau mau jujur, cukup nyaman. Tujuh tahun di APRIL Group , dikelilingi orang dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang. Fasilitas oke. Benefit jalan. Work-Life, gak balance, tapi cukup seimbang, olahraga, cuti, kerja, bermalas-malasan. Dan seperti banyak keputusan hidup lain yang terasa penting, kebingungannya juga datang pelan-pelan. Mei 2023, setelah mikir cukup lama ...

Hal-Hal Kecil yang Bikin Gue Tetap Waras

Sejak 2021, gue belajar satu hal yang kelihatannya sepele tapi cukup menyelamatkan kepala gue, kalau hidup lagi kacau, kita nggak selalu butuh jawaban besar. Kadang cukup nemu satu hal kecil yang bikin kita tetap waras. Tahun itu pandemi bikin hari-hari jadi seragam, bangun, kerja, olahraga, tidur, awalnya masih bisa ditoleransi, lama-lama rasanya kosong. Di satu fase isolasi mandiri gara-gara kontak sama rekan kerja yang kena virus yang namanya nggak usah disebut, gue iseng nonton Olimpiade badminton, tanpa niat apa-apa selain pengin lihat sesuatu yang nggak minta gue mikir.  Dari situ, entah gimana ceritanya, gue jadi rutin main badminton, sampai akhirnya ikut turnamen kantor dan dapet runner-up ganda putri under 30, iya, ini bagian yang masih sering gue ceritain ulang karena lumayan bikin bangga. Tapi hidup kan nggak pernah lurus, beberapa waktu kemudian kondisi down itu datang lagi, dan di situ gue sadar bahwa bahkan hal yang bikin kita senang pun nggak selalu cukup. Gue balik ...

Reclaiming Connection and Joy in Adult Life

Yeah, I've just realized it's been ages since I've had a good chat with someone. It's mostly just work-related talk during meetings or brainstorming sessions. I really miss having a yarn about random stuff and having a good laugh about life. After givin' it some thought, heaps of things have changed. Adult life is pretty simple, ya know? Monday to Friday, it's all about workin', and on the weekend, all I wanna do is sleep, do some sports, play music. A nd when I'm on holiday, I mostly just chill out in one place and watch people passin' by. Do I need to go back to school to be more productive? Ahahahaha Actually, it's not really what I need, you know. You guys already know, hahaha. Right now, the song that fits this phase is Depeche Mode, Somebody.