Posts

Ketika Duduk di Depan Jendela

Image
Di sudut yang sepi di Starbucks, hari itu aku duduk seorang diri. Hanya aku, gelas Green Tea Latte yang menghiasi meja, dan ketenangan malam. Sebelumnya, aku telah menjelajahi dua mal dalam upaya mencari buku yang tak kunjung ditemukan. Saat akhirnya sampai di sini, yang kupanggil sebagai 'mall tempat orang selingkuh.' Namun, tidak bisa disangkal bahwa dalam sepi, ada ketenangan. 😄 Duduk selalu di meja yang sama, menghadap keluar jendela, aku membiarkan mataku melihat mobil-mobil yang berlalu begitu cepat. Pikiranku yang kerap kali berkecamuk kini menjadi damai. Mungkin memang begitulah adanya, aku seringkali datang ke sini, sendirian. Saat aroma Green Tea Latte pertama kali menyentuh hidung dan rasa hangatnya melalui bibirku, pikiranku mulai melayang. Tahun ini, rasa syukur yang besar tumbuh di hatiku. Ada banyak kebaikan yang datang dalam hidupku di tahun 2023 ini. Saya belajar untuk tidak hanya fokus pada sisi negatifnya. Saya merasa beruntung. Dan itulah pelajaran yang say...

Pindah Kota, Pindah Hidup

Tiga bulan lalu, gue pindah ke Pekanbaru. Kedengarannya biasa.  Padahal buat gue, ini bukan pindah kota. Ini pindah hidup. Sebelumnya, selama kurang lebih tujuh tahun, hidup gue ada di Pangkalan Kerinci. Kota yang nggak banyak gaya, tapi cukup buat bikin rutinitas terasa aman. Pekanbaru sebenarnya nggak jauh beda. Bedanya cuma satu, fasilitas lebih banyak, dan jarak ke rumah terasa lebih dekat, secara geografis, juga emosional. April 2023, gue dapet pesan di LinkedIn dari HRD RS Awal Bros Group .  Isinya sederhana: “Apakah sedang open opportunity?,". Di titik itu, gue sedang berada di fase karier yang, kalau mau jujur, cukup nyaman. Tujuh tahun di APRIL Group , dikelilingi orang dari berbagai negara, budaya, dan latar belakang. Fasilitas oke. Benefit jalan. Work-Life, gak balance, tapi cukup seimbang, olahraga, cuti, kerja, bermalas-malasan. Dan seperti banyak keputusan hidup lain yang terasa penting, kebingungannya juga datang pelan-pelan. Mei 2023, setelah mikir cukup lama ...

Hal-Hal Kecil yang Bikin Gue Tetap Waras

Sejak 2021, gue belajar satu hal yang kelihatannya sepele tapi cukup menyelamatkan kepala gue, kalau hidup lagi kacau, kita nggak selalu butuh jawaban besar. Kadang cukup nemu satu hal kecil yang bikin kita tetap waras. Tahun itu pandemi bikin hari-hari jadi seragam, bangun, kerja, olahraga, tidur, awalnya masih bisa ditoleransi, lama-lama rasanya kosong. Di satu fase isolasi mandiri gara-gara kontak sama rekan kerja yang kena virus yang namanya nggak usah disebut, gue iseng nonton Olimpiade badminton, tanpa niat apa-apa selain pengin lihat sesuatu yang nggak minta gue mikir.  Dari situ, entah gimana ceritanya, gue jadi rutin main badminton, sampai akhirnya ikut turnamen kantor dan dapet runner-up ganda putri under 30, iya, ini bagian yang masih sering gue ceritain ulang karena lumayan bikin bangga. Tapi hidup kan nggak pernah lurus, beberapa waktu kemudian kondisi down itu datang lagi, dan di situ gue sadar bahwa bahkan hal yang bikin kita senang pun nggak selalu cukup. Gue balik ...

Reclaiming Connection and Joy in Adult Life

Yeah, I've just realized it's been ages since I've had a good chat with someone. It's mostly just work-related talk during meetings or brainstorming sessions. I really miss having a yarn about random stuff and having a good laugh about life. After givin' it some thought, heaps of things have changed. Adult life is pretty simple, ya know? Monday to Friday, it's all about workin', and on the weekend, all I wanna do is sleep, do some sports, play music. A nd when I'm on holiday, I mostly just chill out in one place and watch people passin' by. Do I need to go back to school to be more productive? Ahahahaha Actually, it's not really what I need, you know. You guys already know, hahaha. Right now, the song that fits this phase is Depeche Mode, Somebody.

Jauh Berlayar dari Malaysia ke Sumatera Barat

Image
Dalam sebatas ini, saya telah jauh berlayar, ke Malaysia dan Sumatera Barat, rasa hati ingin terobati. Aku menduga liburan ini dapat membenahi mood yang berkecamuk. Namun, ternyata pikiran kacau masih membelenggu. Pikiran terjebak, dri merasa tak aman, pikiran-pikiran aneh menguasai dan pikiran negatif pun menyusup ke dalam sudut hati. Kini, malas menghadirkan instastory, bahkan tak tertarik untuk melihat yang lain. Hanya TikTok, video D.I.Y dan cuplikan film yang saya saksikan.  Mall tak lagi menarik, malas melangkah ke luar rumah. Saya hanya merunduk di rumah dan netflix jadi teman. Fase ini tak terasa nyaman, penuh dengan kekesalan dan marah yang bergelayut.  Kini saya merasa memikul beban berat, energi terkuras tak tersisa. Namun hari-hari saya jalani seperti biasa, hanya pikiran tak berguna yang hinggap di kepala. Dalam perjalanan ini, ada satu hal lagi yang ingin saya coba. Mengistirahatkan pikiran, menyelesaikan rasa di dalam diri. Biarkanlah pikiran beristirahat, ...

Pindah Kamar Baru: Petualangan Lucu Mencari 'Space' di Antara 6 Kardus dan Fakir Wifi!

Hampir satu bulan saya pindah ke kamar baru. Ruanganya tidak terlalu besar, cukup untuk sendiri dan barang-barang saya (sebenarnya tidak, karena ada 6 kardus dikirim ke rumah, karena barangnya tidak digunakan). FYI, perusahaan tempat saya bekerja memang menyediakan fasilitas seperti mess untuk karyawannya. Sangat nyaman, karena semuanya ada dan gratis. Awalnya saya hanya membawa 1 koper baju hehehe. Kamar sebelumnya sangat nyaman, sharing dengan roommate , luas dan wifinya nyampe. Jika dibandingkan dengan kamar saya sekarang, kamar single, tidak terlalu luas, wifinya tidak nyampe (Sekarang jadi fakir wifi), beberapa minggu ini saya bangunnya telat tidak seperti biasanya, tapi saya cukup happy di sini, lebih berasa me time , overthinking , bermain musik, mungkin ada rencana saya akan bikin konten. Sebenarnya, udah lama pengen pindah ke kamar single , cuma saya selalu overthinking: "Apakah nanti barang-barang saya muat?" "Apakah saya akan nyaman nantinya di kamar baru?...

Kelola Emosi dengan Gaya Unik ala Power Ranger!

Image
Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan kabar yang kurang baik. Kali ini saya reaksinya sedikit berbeda dari biasanya. Saya berhasil mengelola emosi saya dengan baik yang biasanya saya langsung terpapar energi negative . Tetapi kali, reaksi saya lebih baik daripada sebelumnya. Saya jadi sadar, semua ini adalah hasil dari belajar mengenai aksi dan reaksi, ceramah-ceramah kehidupan, baca buku self improvement .  Secara tidak langsung, saya menerapkan apa yang saya lihat, dengar, rasakan (waduh, kayak lagu Sheila on 7 ya). Jika mendengarkan sebuah berita atau informasi, pilihan itu ada di diri saya sendiri dalam memilih, apa mau baik, apa mau buruk. Selalu ada sisi siang, ada sisi malam. Ada sis baik, ada sisi buruk. ada hitam, ada putih. Ada tinggi, ada pendek. Ada bagus, ada jelek. Ada orang kerap hanya melihat sisi buram, ada yang selalu melihat sisi optimis. Ya benar, Dunia memang tak adil. Bahkan, sehebat-hebatnya pencipta lagu, pasti kalah tenar dibanding penciptanya. Hai-hai ...