Wednesday, January 6, 2021

A Whole New World - Aladin

Baru-baru ini saya mendapatkan kiriman buku dari Pak Agung Laksama. Director Corporate Affairs APRIL tempat saya bekerja. Judul bukunya ADAPT or Die. Bukunya membahas tentang perubaha di dunia Public Relations (PR) dan bagaimana para praktisi PR ini beradaptasi dengan dunia saat ini. Daaaaan langsung dapat ucapan dan tanda tangan si penulis. Pesannya : Teruslah memberi inspirasi dan stay creative, Re !! Waaaaaaah.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup saya, nama saya tercantum dalam buku ini pada bagian ucapan terima kasih. heheheh. Speechless. Karena selama ini nama saya hanya tercantum di skripsi-skripsi teman-teman saya. 

Oke kita lanjutkan. 



Buku ini terdiri dari 5 bab, yaitu :

  1. A Whole New World
  2. New Era of Journalism
  3. AI-Dari Fiksi Menjadi Realita
  4. Embracing Complexity
  5. What PR Will Look Like
Dalam Bab 1 memaparkan bagaimana harus terus berevolusi karena dunia industri terus bergerak, menemukan hal-hal yang baru, selalu berubah-ubah, seperti platform sebagai media untuk promosi semakin banyak dan pola belanja konsumen juga berubah. Mau tidak mau, para praktisi PR juga harus ikut zaman ini. Kita harus bisa memanfaatkan teknologi, karena teknologi bukan lagi menjadi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. 

Saya merasa seperti de javu, karena saya pernah juga menulis artikel ini tentang perubahan cara kerja kita di awal-awal pandemi. 

Bab ini juga membahas bagaimana perubahan eksistensi generasi muda saat ini. Banyak Gen Y dan Gen Z mengidap #FOMO atau Fear of Missing Out. Mereka takut tertinggal oleh zaman, mereka takut tidak dibilang anak yang hitz, takut tidak update dan ingin eksis.

Selain #FOMO, di sini juga dibahas tentang #JOMO (Joy of Missing out) kebalikannya. Mereka tidak takut tidak disebut gaul, tidak update, dan tidak memiliki perasaan harus mengikuti sebuah trend. Mereka yang #JOMO ini lebih tertarik dengan kebahagiaan mereka sendiri daripada harus mengikuti orang lain.

Selain itu, Bab dari judul lagu Aladin ini juga membahas tentang fake influencer dan fake followers. Praktisi PR tidak boleh terpengaruh dengan banyaknya followers. Mereka harus benar-benar memeriksa sebuah akun yang memiliki followers banyak untuk memasarkan produk atau brand mereka. Saat ini followers bisa dibeli menggunakan berbagai cara.

Postingan saya, tentang Kecemasan Finansial ini berasal dari banyaknya informasi mengenai konten tentang bagaimana pengaturan urusan keuangan. Banyak sekali konten-konten seperti itu yang lalu lalang, baik itu di Instagram, Twitter maupun di TikTok.

Cara nabung sekarang CHEEEEEECK. 

Dan informasi yang overload  itu membuat bingung.  Nah, pada buku ini dijelaskan bagaimana praktisi PR bisa mengqmbil perhatian audiens terhadap konten yang hanya 8 detik. Karena saat ini orang-orang sudah balas membaca dan banyak pula yang hanya membaca judul.

Ini dari Bab A Whole New World ini menurut saya adalah bagaimana praktisi PR bisa beradaptasi dengan cepat di zaman teknologi saat ini. Pembuatan konten tidak lagi sekadar kuantitas, tetapi konten yang berkualitas agar para audiens bisa tertarik.

Kapan-kapan kita lanjutin lagi.
Sudah jam 11.00 PM, waktunya menghibur diri sendiri.

Share:

0 comments:

Post a Comment