Monday, October 19, 2020

Sudah by Ardhito Pramono

2021 gak lebih dari 2,5 bulan lagi.
2020 gak kemana-mana, gak pulang. Ya sudah, masih bersyukur masih bisa menghirup oksigen.

2020 adalah tahun yang luar biasa diangkat ke udara kemudian dijatuhkan ke bumi. Ya bisa dibilang sedih, perpisahan demi "grow up". Setelah itu ya seperti gak ada pegangan. Ditambah perasaan abai membunuh perlahan.

Sampai disuatu titik, otak bilang
"Penting untuk diingat, mutusin berhenti bukanlah hal yang mudah. Terlebih dunia ini nuntut kita untuk terus berlari, berhenti mungkin keputusan yang sulit. Sedangkan untuk tahu kapan harus berhenti, gak semua orang punya kemampuan untuk tahu ini. Yeap, pada suatu titik kita kudu paham kalau that is not belong to me. Mungkin sulit dilakuin, mungkin kultur kita yang nuntut kita terus berusaha. We cannot have everything in life".

Jahat banget ini pikiran sendiri, sampe mikir gitu. Sampe bener-bener bangun, kerja, pulang. Bener-bener kosong aja.

Di tengah ketidakjelasan itu, saya menghibur dengan bermain piano portable yang saya beli online. Ya memang, selama pandemi salah satu menghibur diri dengan menjadi musisi kamar kw 100. Tidak sengaja menemukan lagu "SUDAH" punya Ardhito Pramono. Mendengarkan lagu itu di waktu yang tepat banget. Hati sedang gundah dan sedang merasa nothing

Lagu "SUDAH" ini bener-bener ngajarin untuk ikhlas aja atas apapun yang terjadi diluar rencana kita ditahun ini. 

“Ada lebih banyak dalam diri kita daripada yang kita tahu jika kita bisa dibuat untuk melihatnya. Mungkin, selama sisa hidup kita, kita tidak mau menerima kurang"

Semoga persimpangan ini nantinya akan jelas dan terang. Amiin
Share:

0 comments:

Post a Comment